Ahok Kapok Beli Bus dari China

RIMANEWS-Pemerintah Provinis DKI Jakarta nampaknya sudah kapok membeli bus Transjakarta dari China. Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan lebih memilih menggunakan bus rakitan perusahaan dalam negeri yang bermesin Scania. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memperkirakan, harga bus buatan Swedia itu berkisar antara Rp 4,7 miliar-Rp 4,8 miliar per unit untuk jenis bus gandeng. Harga tersebut, kata dia, memiliki selisih harga lebih mahal, sekitar Rp 10 miliar dari bus buatan China. Baca Juga Partai Pendukung Tak Lagi All Out Menangkan Ahok DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Revolusi Diam-Diam dari Petamburan Jaksa Agung Sebut Kasus Ahok Luar Biasa Ahok Traktir Warga Cipete Minum Es Goyang “Rakit dalam negeri di Astra. Kita mau menggunakan Scania yang bahannya aluminium. Jadi, bisa dipakai 10-20 tahun, jatuhnya lebih murah,” kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut. Meski begitu, Basuki tetap mengkhawatirkan adanya oknum-oknum yang nantinya akan berbuat penyelewengan dengan memanfaatkan celah yang ada. Jika sampai hal tersebut terjadi lagi, kata dia, lebih baik Pemprov DKI tidak melakukan proyek pengadaan bus. “Tapi, bisa juga oknum yang bikin satuannya (kualitas bus) di bawah itu, bisa saja kan kalau ada oknum yang main. Kalau itu terjadi, lebih baik tidak usah beli bus sampai tunggu perubahan. Misalnya, sampai tunggu sebagian DPRD diganti, he-he-he,” ujarnya. Sebelumnya, Basuki menduga, sering bermasalahnya bus transjakarta diakibatkan kualitas bus yang buruk. Ia menilai, hal tersebut tidak akan terjadi seandainya bus-bus transjakarta menggunakan bus yang berkualitas. “Mesin Wei Chai, Zhong Tong, benar-benar baru aku dengar di dunia ini. Zhong Tong, sekalian aja Ding Dong atau Tong Tong,” keluhnya.[ACH/CNTR] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Nasional , Busway , TransJakarta , Ahok , Nasional , Busway , TransJakarta , Ahok , Nasional , Busway , TransJakarta , Ahok

Sumber: RimaNews