Jaga Semangat Persaingan

JAKARTA – Sepak bola usia muda memang ibarat sekolah. Prestasi hanyalah bonus, yang terpenting adalah perkembangan dan peningkatan kemampuan dari setiap pertandingan. Tetapi, kekalahan berkepanjangan juga tak baik bagi mental pemain dalam berkompetisi. Pelatih Imran Soccer Academy Heriana Kurniawan mengakui skuatnya musim ini belum bisa berbicara banyak di kompetisi. Dengan didominasi pemain kelahiran 2004, Heriana memproyeksikan tim ini bisa tampil lebih baik musim depan. Hanya saja, tim Imran SA harus tetap berjuang menghindari jurang degradasi. Apalagi saat ini posisi tim yang bermarkas di lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana itu bertengger di posisi kesembilan klasemen sementara Grup Top. Mereka hanya terpaut tiga poin dari dua tim juru kunci. “Melawan tim-tim yang lebih berpengalaman seperti Bina Taruna sebenarnya kami bisa melawan, padahal postur dan usia lawan juga jauh berbeda. Ini perkembangan positif tim kami,” kata Heriana. Pendatang baru lainnya, Tajimalela FA juga mengalami kebuntuan. Tim asuhan Choirul Haryono itu tak tampil segarang di babak play-off Liga TopSkor U-13. Pemain andalan mereka Althaf Indie Al Rizky pun tampak kesulitan. Secara pribadi, Aang, sapaan Choirul, memang tak ingin menyalahkan pemain. Tapi, ia berharap pemainnya bisa terus berkembang. “Tetapi kami juga tak ingin terdegradasi. Kami akan terus perbaiki kekurangan tim,” ucap Choirul. Sedangkan, dua tim lainnya, yakni Charis Football Academy (CFA) dan Jakarta North City (JNC) sedang mengalami fase sulit. Dari empat pertandingan, tak ada poin yang berhasil dikumpulkan. Pada laga terakhir, pelatih kepala CFA Charis Yulianto pun tak tampak mendampingi tim. Kondisi ini membuat tim kurang bergairah sehingga ditaklukkan Sukmajaya dengan dua gol tanpa balas. Padahal, Sukmajaya juga tidak tampil dengan organisasi yang rapi. Yang mengenaskan, JNC baru saja kalah dengan skor mentereng, yakni kebobolan satu lusin gol saat jumpa ASIOP Apacinti. Pertandingan bak David versus Goliath itu benar-benar tak nyaman disaksikan. Usaha untuk menghalau bahkan menyerang lawan memang ada, tetapi organisasi permainan JNC yang belum rapi, menjadi lubang yang berhasil dimanfaatkan ASIOP untuk meraih kemenangan. Selagi kompetisi baru berjalan empat pekan, membuat setiap kontestan masih punya waktu untuk berbenah. Bagaimanapun semangat persaingan harus tetap diasah sehingga manfaat kompetisi untuk menguatkan mental bisa dirasakan pemain. “Kami optimistis mampu bangkit di laga selanjutnya,” ucap Manajer JNC Halim Mualim.* ABDUL SUSILA BERITA TERKAIT Sore Nanti, Turnamen Sepak Bola Wanita Bengawan Cup II Dibuka Menpora di Solo 129 0 PSCS Pertahankan Pelatih Gatot Barnowo Untuk Musim 2017 161 0 Pemain Persib Ini Akan Diumumkan Djanur Enam Hari Lagi 403 0 PSS Sleman Dapat Sponsorship Aparel Musim 2017 dan Royalti Merchandise 421 0 Tanpa M Nur Iskandar, Ini Daftar Sementara Skuat Semen Padang FC 282 0

Sumber: TopSkor ID