Meski Dana Tersendat, Kejuaraan Dunia Arung Jeram Siap Digelar

Suara.com – Ketua Harian Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita, mengatakan bahwa persiapan untuk penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Arung Jeram atau World Rafting Championship (WRC) 2015 sudah mencapai 80 persen, menjelang hari pembukaannya pada 30 Desember 2015. “Kira-kira persiapan sudah 80 persen. Beberapa tim dari negara asing juga sudah mulai hadir di lokasi beberapa hari sebelum pelaksanaan lomba,” kata Yuni, yang juga menjabat sebagai Direktur Lomba WRC 2015, ketika dihubungi, Jumat (27/11/2015). Yuni mengungkapkan bahwa sejauh ini, masalah pendanaan lomba masih menjadi kendala bagi pelaksanaan kejuaraan yang digelar di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut. “Pendanaan masih belum cukup. Kami masih berusaha mendapatkan bantuan pemerintah, terutama (dari) Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” papar Yuni. Rafter (atlet arung jeram) senior putri Indonesia tersebut juga mengatakan, sejauh ini institusi pemerintah yang paling banyak memberikan bantuan adalah dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), khususnya dalam wujud dukungan promosi. Sebelumnya, Kemenpar sendiri memperkirakan bahwa penyelenggaraan WRC di Indonesia mampu menyumbang sekitar 70 ribu wisatawan mancanegara serta 3 juta wisatawan dalam negeri, dengan pengeluaran sehari masing-masing sekitar Rp500 ribu. Keuntungan yang didapat dari publikasi kejuaraan dunia tersebut, menurut Kemenpar pula, senilai sekitar Rp5 miliar, karena diliput oleh 70 media yang terdiri dari 60 media lokal dan 10 media asing. Diketahui sebelumnya, Indonesia telah terpilih untuk menjadi tuan rumah WRC 2015 kategori R6 (enam pedayung dalam perahu) yang berlangsung di Sungai Citarik, yang akan digelar pada 29 November hingga 8 Desember ini. Terdapat 23 negara yang memastikan kehadirannya di kejuaraan tersebut. Sebelumnya sempat direncanakan diikuti oleh 24 negara, namun tim Kazakhstan lantas menyatakan batal ikut pertandingan. Sebanyak ratusan rafter (atlet arung jeram) akan berlomba dalam empat kelas di ajang WRC ini, yaitu kelas Master (di atas usia 40 tahun), Terbuka (untuk semua kelas), serta kelas U-19 dan U-23. Setiap negara hanya boleh menurunkan satu regu (6 pedayung dengan satu orang pedayung cadangan) putri dan putra untuk setiap kelas. Adapun nomor yang dilombakan adalah Sprint (adu cepat sepanjang 300 meter), H2H atau Head To Head (adu cepat satu regu lawan satu regu dalam kompetisi sistem gugur), nomor Down River (adu cepat sepanjang 8-12 km), serta Slalom (adu cepat melewati beberapa tiang, baik mengikuti arus maupun melawan arus). [Antara]

Sumber: Suara.com