JK: Masalah Sepakbola Tanah Air Sulit Dijawab

Dalam laga final putaran kedua, pada Sabtu (17/12), Timnas Garuda yang bertandang ke Stadion Rajamangala Bangkok, Thailand, harus mengakui keunggulan tim tuan rumah, dengan skor akhir 2-0. Dengan demikian, tim Gajah Putih tersebut berhasil menjuarai turnamen dengan agregat 3-2.
Soal gagalnya timnas meraih kemenangan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku persoalan kualitas permainan dan pemain sepakbola di Tanah Air sulit dijawab. “Satu pertanyaan yang sulit dijawab karena ini sudah pertanyaan puluhan tahun tentang sepakbola kita,” kata JK usai menyaksikan pertandingan final di Rumah Dinas (Rumdin) Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12).
Menurut JK, kurangnya kualitas sepakbola di Indonesia karena tidak adanya lahan yang cukup untuk membangun lapangan. Menurutnya bahwa dalam 90 menit pertandingan sepakbola, masing-masing 22 pemain membutuhkan rata-rata empat menit mengontrol bola. Tetapi, dikurangi sekitar satu menit untuk melakukan pasing atau operan, maka setiap pemain hanya punya waktu tiga menit untuk mengontrol bola. Kemudian sisanya 87 menit dari setiap pemain dihabiskan untuk berlari sambil mengatur strategi untuk mencetak gol.
Menjadi persoalan, ungkapnya, karena keterbatasan lahan untuk disulap menjadi lapangan yang dapat digunakan untuk berlatih berlari cepat. “Lalu, ke mana dia 87 menit? Lari sambil berpikir. Masalahnya sekarang di mana anak anak kita sekarang bisa lari sambil berpikir? Di kota-kota tidak ada memang lapangan. Dulu memang ada di kampung. Itu masalah utama kita,” ungkapnya.

Novi Setuningsih/WBP
Suara Pembaruan

linux-stats.org judi poker online Sumber: BeritaSatu