Benarkah Makan Ikan Tuna Tiap Hari Tidak Sehat?

Ikan tuna banyak dijumpai di negara perairan seperti Indonesia, dengan kondisi segar dan belum diawetkan dalam bentuk kalengan. Sumber protein dari laut ini mempunyai cita rasa lezat dan bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan khas Indonesia. Bagi beberapa kota di tanah air yang letaknya dekat dengan pantai, mengonsumsi ikan tuna biasa dilakukan setiap hari apalagi pada saat musimnya tiba. Namun untuk masyarakat di wilayah tertentu, beredar mitos bahwa makan ikan setiap hari bisa menimbulkan cacingan. Ada pula yang mewaspadai kandungan logam berat berbahaya seperti merkuri di dalam hewan laut itu, akibat pencemaran limbah berbahaya di lautan seperti yang terjadi di Jepang. Namun secara umum peneliti dari Environmental and Occupational Health Sciences Institute, Amerika Serikat bernama Michael Gochfeld menyebut bahwa konsumsi ikan tuna tiap hari sebenarnya aman bagi sebagian orang. Namun tidak menutup kemungkinan sebagian lainnya tidak aman jika banyak makan ikan tuna. Dilansir laman Men’s Health , beberapa orang memang tidak punya daya tahan tubuh yang kuat terhadap kadar merkuri (jika ada) dalam ikan tuna, sehingga akan menimbulkan gejala seperti kesemutan di beberapa bagian tubuhnya atau kehilangan keseimbangan. “Mungkin aman bagi banyak orang untuk makan tuna setiap hari, sementara bagi beberapa orang bisa juga mengalami gejala keracunan merkuri meski makan dalam porsi yang sama,” jelas Lauren Sucher, juru bicara Food and Drug Administration Amerika Serikat. Ikan laut pada dasarnya aman untuk dikonsumsi manusia, karena mengandung asam lemak omega 3 yang berguna menurunkan risiko terjadinya stroke dan sakit jantung juga beberapa penyakit berbahaya lainnya. Akan tetapi bagi beberapa orang tertentu memang tidak dianjurkan mengonsumsi setiap hari, karena kondisi tubuh yang tidak mendukung.

Sumber: Sidomi