Erdogan Anjurkan Banyak Anak, Feminis Turki Marah

Rimanews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan mereka yang gencar mempromosikan KB adalah pengkhianat. Ia meminta rakyat Turki tak membatasi kelahiran. Komentar tersebut disampaikan Erdogan saat menghadiri upacara pernikahan putra pengusaha Mustafa Kefeli, yang juga sahabat dekatnya, Ahad (21/12) Baca Juga Bana Alabed bertemu Erdogan Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepada pengantin baru tersebut presiden Turki ini mengatakan, menggunakan alat kontrasepsi adalah pengkhianatan terhadap ambisi Turki untuk membangun sebuah negara yang terus berkembang dengan penduduk muda sebagai tiang utamanya. “Satu atau dua (anak) tidak cukup. Untuk membuat bangsa kita lebih kuat, kita perlu populasi lebih dinamis dan lebih muda. Kita perlu generasi muda lebih banyak untuk menjadikan Turki menuju tingkat peradaban modern,” kata Erdogan. “Di negara ini, mereka yang mengendalikan kelahiran selama bertahun-tahun dan berusaha untuk mengeringkan generasi kita adalah pengkhianat,” kata Erdogan. Menurut Erdogan, satu (anak) berarti kesepian. “Namun dua adalah sarana persaingan, tiga adalah sarana keseimbangan, dan empat berarti kelimpahan. Dan Allah mengurus sisanya,” tambahnya, seperti dikutip dari kantor berita Dogan . Erdogan dituduh para kritikus berusaha untuk memaksakan nilai-nilai Islam yang ketat terhadap kehidupan pribadi Turki serta membatasi kebebasan sipil perempuan. Erdogan, yang memiliki dua putra dan dua putri, juga memicu kemarahan kelompok-kelompok feminis karena menyatakan bahwa setiap wanita harus memiliki tiga anak. Bulan November lalu, Erdogan juga menyatakan dalam sebuah pidato, bahwa perempuan tidak sama dengan laki-laki. Ia juga mengajukan rancangan hukum agar tak ada pembatasan kelahiran, termasuk pembatasan yang dilakukan paska operasi caesar. Erdogan berulang kali memperingatkan bahwa Turki harus memiliki lebih banyak anak untuk mencegah penuaan cepat populasi. Populasi penduduk Turki meningkat cepat dalam beberapa dekade terakhir. Kini penduduk negara tersebut mencapai angka 76 juta jiwa. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Erdogan , KB di Turki , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews