Libur Idul Fitri, Persipura Stand By di Batu

BERITA TERKAIT Butuh Hasil Imbang, Persipura Bisa Juara ISC Persipura Optimis Kalahkan GU Di Laga Sisa, Persipura Berharap Arema Terpeleset Melawat ke Bandung, Persipura Tanpa Nelson Alom Indopos.co.id – Jeda sebelas hari pada Idul Fitri dimanfaatkan sebagian besar tim untuk meliburkan skuadnya. Termasuk yang dilakukan delegasi Papua, Persipura Jayapura. Tetapi, manajemen menerapkan kebijakan serius dengan memusatkan tim di Batu, Jawa Timur. Ini dilakukan untuk memaksimalkan tim yang berjuluk Mutiara Hitam itu setelah libur lebaran nanti. Pasca menderita kekalahan dari Sriwijaya FC minggu malam (3/7), Boaz Solossa dkk langsung diarahkan ke Batu. Kecuali bagi para pemain Persipura yang muslim, mereka mendapatkan kesempatan untuk pulang. Pemilihan Batu menjadi base camp kedua Persipura sudah berlangsung sekitar lima musim terakhir. Termasuk ketika tim kebanggaan masyarakat Papua itu ditangani pelatih Jacksen F. Tiago tiga musim sebelumnya. Fasilitas di Hotel Agro Kusuma di Batu cukup mendukung program latihan tim yang kini dibesut Jafri Sastra tersebut. Selain itu, cuaca yang cukup sejuk sangat kondusif buat para pemain mempersiapkan diri kembali untuk Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Kini, Persipura tercecer di peringkat kelima setelah sebelumnya berada di top three klasemen sementara TSC. ”Suasana kota Batu sudah tidak asing lagi buat kami. Batu kami pilih karena lokasinya strategis,” kata Rocky Bebena, Sekretaris tim Persipura. Pilihan tersebut dianggap bisa lebih efektif. Sebab seandainya memaksa pulang ke Jayapura, manajemen akan mengeluarkan biaya perjalanan yang lebih besar. Dia berharap jeda 11 hari plus latihan di Batu bisa mengembalikan performa Persipura menjadi lebih baik. Terlebih lagi, matchday pertama setelah libur lebaran, Mutiara Hitam harus melawat ke di Stadion Segiri, Samarinda, kandang Pusamania Borneo FC. Rencananya, Boaz dkk akan menjalani latihan kembali pada 9 Juli mendatang. Pelatih mereka, Jafri Sastra menilai permainan timnya cukup banyak terpengaruh jadwal pertandingan saat Ramadhan ini. Dari tiga laga terakhir mereka, dua diantaranya digelar setelah jam 9 malam. ”Buat kami itu menyulitkan, tetapi hasil juga tidak terlalu buruk,” sebutnya. Empat poin dihasilkan Mutiara Hitam hasil sekali menang atas PS TNI, imbang dengan tuan rumah Arema Cronus dan hasil terakhir kalah dari Sriwijaya FC. Yang cukup memberikan efek positif adalah tiga laga tersebut dijalani Persipura di kandang lawan. ”Kami punya beberapa pemain muda yang bisa diandalkan, tetapi sosok pemain senior macam Boaz masih jadi panutan,” terang Jafri. Di TSC kali ini Persipura berharap banyak bisa menampilkan performa terbaik untuk menjaga nama baik tim asal Papua. Sebab, kini hanya tersisa dua tim dari Papua setelah Persiram Raja Ampat diakuisisi PS TNI musim ini. selain Persipura ada Perseru Serui yang kini terjerembab di papan bawah TSC 2016. (nap)

Sumber: Indopos