Manufaktur Makin Ekspansif

Prediksi Togel Singapore Jakarta – Indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia naik menjadi 50,9 pada September 2016, dibandingkan bulan sebelumya 50,4. Ini menunjukkan industri manufaktur nasional makin ekspansif. PMI atau indeks manufaktur itu dirilis Nikkei dan Markit setelah menyurvei manajer pembelian di beberapa perusahaan manufaktur nasional. PMI di atas 50 menunjukkan manufaktur tengah ekspansif, sedangkan di bawah 50 berarti mengalami kontraks. Berdasarkan survei itu, lonjakan PMI didorong oleh melesatnya order baru domestik dan ekspor. Bahkan, order ekspor mencetak pertumbuhan tertinggi sejak November 2012. “Pasar Eropa menjadi kunci lonjakan order ekspor,” tulis Nikkei dan Markit, Senin (3/10). Seiring dengan itu, produksi industri manufaktur Indonesia meningkat selama dua bulan berturut-turut. Namun, pertumbuhannya tidak terlalu pesar. Ini sejalan dengan penurunan backlog. Di sisi lain, biaya produksi yang dipikul industri manufaktur nasional meningkat. Salah satu pemicunya adalah pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yang membuat ongkos impor membengkak. Meski begitu, besarannya tidak terlalu besar. Pemanufaktur nasional menggenjot pembelian bahan baku dan penyerapan karyawan. Level penyerapan tenaga kerja tidak terlalu besar. Namun, hal itu bisa mengakhiri tren penurunan penyerapan tenaga kerja selama dua bulan. Adapun pembelian bahan baku tumbuh moderat. Stok bahan baku, barang setengah jadi dan jadi meningkat pada September. Ini tak lepas dari naiknya produksi. “Manufaktur Indonesia melanjutkan periode ekspansi, didorong lonjakan order ekspor dan domestik. Secara keseluruhan, kondisi manufaktur Indonesia masih menantang, karena pertumbuhan belum ditopang pijakan kuat. Namun, langkah bank sentral memangkas suku bunga bakal mendorong ekonomi, yang positif bagi industri manufaktur,” ujar ekonom Markit Pollyana De Lima. Harso Kurniawan/HK Investor Daily

Sumber: BeritaSatu