Pemain Timnas U-19 Menjadi Korban Longsor di Nagrak Sukabumi

– Kondisi menyedihkan masih dialami pemain sepak bola tim nasional Indonesia U-19, Cahaya Eriyanto. Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kampung Nyelempet RT 05 RW 11, Jumat (4/1) petang, ikut merusak rumahnya. “Eriyanto dan keluarga memang selamat dari bencana tersebut, namun kondisi rumahnya rusak berat,” terang Direktur Media dan IT PSSI, Tommy Rusihan Arief. Yang lebih memprihatinkan, mantan pemain Timnas U-17 tersebut, dikabarkan belum sepenuhnya mendapatkan uang saku dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Yakni, ketika memperkuat Timnas U-19 diajang HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2013, di Hong Kong, 17-21 Februari tersebut. “Ada informasi yang menyebutkan jika uang sakunya belum cair sejak bulan lalu. Saya akan melakukan pengecekan dan berupaya membantu menyelesaikannya,” lanjutnya. Eriyanto merupakan bibit muda potensial Indonesia yang pernah tergabung dalam The All Sar Team Milan Junior Camp yang berhasil meraih juara di Milan Junior Camp Day Tournament 2010 di Markas AC Milan, Italia. Putra pasangan Uli dan Rha Sulehu tersebut, sukses mengibarkan bendera Merah-Putih. Di ajang tersebut, I Putu Angga Eka Putra asal Bali terpilih sebagai pemain terbaik, sedangkan Eriyanto (Sukabumi) menjadi kapten terbaik. Mereka terpilih berkat pantauan langsung legenda AC Milan, yakni Franco Baresi dan Paolo Maldini. (esa/dzi)

Sumber: Bola.net