Pemain wajib pahami isi kontrak

Prediksi Togel Singapore Sindonews.com – Mantan bek Tim Nasional (Timnas) Indonesia Maman Abdurahman mengalami pengalaman kurang mengenakkan di akhir-akhir kiprah sebagai pesepakbola. Diputus kontrak Sriwijaya FC (SFC) secara sepihak membuatnya meradang. Bagaimana reaksi Maman? Berikut petikan wawancara dengan Maman. Bagaimana kondisi Anda saat ini setelah dikabarkan cedera dan diputus kontrak oleh SFC? Kondisi saat ini sudah bagus. Malahan saya sudah siap main lagi. Kemarin juga sudah siap main sebenarnya sebelum diputus kontrak oleh SFC. Mau balik ke sana, mau latihan, dan siap ke pertandingan selanjutnya. Sebetulnya bagaimana kronologi pemutusan kontrak tersebut? Saya tidak dapat kabar dari manajemen SFC, kalau memang yang dibilang manajemen itu adalah manajer tim. Saya tidak dapat kabar pemutusan kontrak itu dari manajer atau pelatih. Lalu dari siapa kabar itu Anda dengar? Saya terima kabar itu dari pembantu umum. Saya sempat bicara dengan pembantu umum, lalu saya dikasih bicara dengan pak Bobby. Saya tidak tahu pak Bobby itu sebagai apa. Terus dia bilang, tidak diteruskan kontraknya, Man. Itu kata dia ke saya lewat saluran telepon. Saat itu Anda tidak berada di Palembang? Waktu itu posisinya libur kompetisi. Rencana besoknya saya sudah berencana ke sana. Tapi akhirnya tiketnya saya batalkan dan hangus setelah saya dapatkan kabar tersebut. Saya tidak berangkat setelah ada kabar itu. Apa yang Anda harapkan dari manajemen SFC? Kalau untuk sekarang, saya ingin adanya itikad baik dari manajemen dan manajer untuk telepon dan jelaskan langsung soal ini. Mereka harusnya punya sopan satun, punya tata krama. Seharusnya mereka hubungi saya baik-baik. Setelah itu, baru kita bicarakan bagaimana penyelesaiannya. Itu mau saya. Setelah diputus kontrak, bagaimana kelanjutan kesepakatan yang sudah dilakukan? Kalau untuk pembayaran, Alhamdulilah sampai bulan ini (Maret) tidak ada masalah. Gaji bulan Maret sudah beres. Dari diputus kontrak dengan SFC untuk masalah gaji tetap beres. Pelajaran apa yang bisa dipetik setelah kasus ini? Pemain wajib memahami isi kontrak yang sudah disepakati. Kalau memang manajemen mau putus kontrak, ya tidak apa-apa. Tapi apa-apa saja pasal di kontrak itu harus dipenuhi oleh manajemen. Contohnya seperti apa menurut Anda? Contohnya, setelah diputus kontrak mau dibayar berapa bulan ke depan. Atau sampai satu musim dibayar. Itu tergantung dari masing-masing pemain melakukan kesepakatan di dalam kontrak yang dilakukan. Setelah diputus kontrak SFC, apa aktivitas Anda saat ini? Ya, kalau untuk sekarang, saya hanya latihan-latihan ringan saja. Itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik, agar terus prima. Kalau ditanya apakah cedera masih ada, Alhamdulilah sudah pulih. Untuk rencana ke depan? Pasti saya ada rencana ke depan. Tapi klub pengganti belum ada untuk saat ini. Untuk ISL (Indonesia Super League) mungkin sudah tidak bisa. Sekarang Divisi Utama targetnya, untuk mengisi kekosongan bisa jadi main di Divisi Utama dulu. Apa sudah ada klub Divisi Utama yang coba berkomunikasi dengan Anda sejauh ini? Belum sih sampai sekarang. Tapi kalau memang pendaftaran belum ditutup dan ada tim yang masih kekurangan pemain. Tidak menutup kemungkinan untuk main di Divisi Utama terlebih dahulu. ( aww ) dibaca 4.043x

Sumber: Sindonews