Penusuk 23 Kelamin Wanita Divonis Hukuman Mati

Prediksi Togel Singapore Malili – Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo (30) lelaki yang membuat resah warga di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) karena aksinya yang menghebohkan dengan menusuk 23 kelamin wanita divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Lutim. Warga menganggap vonis mati terhadap Bala yang selama ini dibuat resah, sebagai hukuman yang wajar. “Masyarakat menyambut baik vonis mati Bala. Dia pantas menerima hukuman itu karena sekian lama membuat warga resah dan ketakutan,” kata Husen, warga Malili, Kamis (25/8). Modus operandi yang dilakukan terdakwa adalah memasuki rumah korbannya dengan membongkar pintu dan jendela saat korban tertidur lelap. Bala menusuk alat kelamin korbannya dengan benda keras, saat korban tersadar karena kesakitan Bala kabur, salah satu dari 23 korban akhirnya meninggal dunia. Saat beraksi, Bala biasanya mengenakan kolor berwarna hijau. Itulah sebabnya warga menyebut terdakwa sebagai sosok Si Kolor Ijo. Jika Bala berhasil masuk ke dalam rumah dan korbannya belum tertidur, Bala bersembunyi dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya. Teror dilakukan Bala secara beruntun di beberapa kecamatan di Lutim. Aksi itu baru berakhir setelah massa menjebaknya dan tertangkap polisi 17 November 2015. Bala, bapak satu anak itu mengaku nekat melakukan perbuatannya karena pernah disakiti hatinya dan dendam terhadap wanita. Di balik alasan itu, warga menduga Bala sedang menuntut ilmu hitam yang menyaratkan dia harus melakukan tindakan nekat tersebut, baik terhadap gadis maupun wanita yang sudah bersuami. Akibat perbuatannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Luwu Timur (Lutim) yang dipimpin Khairul dan hakim anggota Mahyuddin dan Andi Ishak, Rabu (24/8) memvonis mati Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo dengan hukuman mati. Menurut hakim, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan teror dan pembunuhan berencana dengan menusuk alat kelamin 23 wanita dan seorang korbannya meninggal dunia. Vonis itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati. Mendengar dirinya divonis hukuman mati, Bala melalui penasihat hukumnnya menyatakan banding atas vonis tersebut M Kiblat Said/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu