PILPRES 2014 Ini Dia 6 Alasan Elektabilitas Prabowo-Hatta Dekati Jokowi-JK

Solopos.com, JAKARTA — Lembaga survei Indo Barometer meyakini ada enam alasan yang membuat pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin mendekati elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjelang hari pencoblosan tanggal 9 Juli 2014. Berdasarkan survei terakhir yang dilakukan lembaga survei Indo Barometer, elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta mencapai angka 42,6% sedangkan pasangan Jokowi-JK mencapai 46,0%. Alasan yang pertama semakin dekatnya selisih elektabilitas kedua pasangan peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 adalah karena mesin politik partai koalisi Partai Gerindra seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB) mulai bergerak. Namun, di antara semua partai koalisi tersebut, yang paling solid adalah pemilih Partai Gerindra, PKS dan PAN. “Dibandingkan dengan survei Mei 2014, terjadi peningkatan soliditas pemilih parpol koalisi Prabowo-Hatta,” tutur Direktur Indo Barometer M. Qodari di Jakarta, Minggu (29/6/2014). Alasan yang kedua yakni karena pemilih Islam mulai mengarah kepada pasangan Prabowo-Hatta. Padahal dalam survei sebelumnya, pemilih beragama Islam lebih unggul di pasangan Jokowi-JK dengan angka 49,9% dibandingkan Prabowo-Hatta yang hanya 37,4%.”Kini dukungan pemilih Islam kepada Prabowo-Hatta naik menjadi 44,1%. Sementara pasangan Jokowi-JK turun menjadi 44,6%,” kata Qodari. Selanjutnya, alasan yang ketiga, menurut Qodari, adalah karena efek dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat mulai terasa. Pemilih yang puas dengan kinerja Pemerintahan SBY lebih banyak memilih pasangan Prabowo-Hatta. Sedangkan yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY, lebih banyak memilih pasangan Jokowi-JK. “Pemilih Demokrat kini lebih banyak memilih Prabowo-Hatta. Meski Partai Demokrat masih menyatakan netral di tingkatan DPP, tapi di tingkat Fraksi DPR dan individu pengurus Demokrat meyoritas ke Prabowo-Hatta,” ujar Qodari. Alasan yang keempat, menurut Qodari, karena adanya promosi pasangan Prabowo-Hatta dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh para simpatisannya. Hal itu membuat elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta menjadi semakin kuat. “Dari distribusi, pemilih yang menyatakan sangat sering dan cukup sering dukungannya lebih banyak ke pasangan Prabowo-Hatta. Sedangkan yang jarang dan tidak pernah ke pasangan Jokowi-JK,” tutur Qodari. Alasan yang kelima, menurut Qodari, adalah karena pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta, diyakini lebih mendominasi dalam setiap debat capres. Tidak seperti pasangan Jokowi-JK yang hanya kompak dalam menjawab pertanyaan. “Mereka yang menonton atau mendengarkan debat menyatakan pasangan Prabowo-Hatta lebih baik dalam menyampaikan visi misi dan program kerja, cara bicaranya lebih baik dan cara berpakaiannya menarik,” kata Qodari. Alasan yang terakhir adalah mayoritas pendukung pasangan Prabowo-Hatta menentukan pilihannya pada masa kampanye dan hari tenang. Hal tersebut diyakini membuat elektabilitas Prabowo-Hatta semakin mendekati Jokowi-JK. “Pemilih yang menyatakan memutuskan memilih capres sebelum masa kampanye, sebelum berangkat ke TPS, dan ketika di kotak suara lebih banyak memilih pasangan Jokowi-JK. Sedangkan pemilih yang memutuskan memilih capres pada masa kampanye dan pada masa minggu tenang lebih banyak pasangan Prabowo-Hatta,” tukasnya. lowongan kerja lowongan kerja PT. Merapi Arsita Graha, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos