PSM Bersyukur Ditahan Sriwijaya 3-3, Bendol Tak Puas

, Makassar – Pelatih kepala PSM Hans Peter Schaller bersyukur karena timnya mampu bermain imbang 3-3 melawan Sriwijaya FC pada laga kedua QNB League di Stadion Mattoangin, Sabtu, 11 April 2015. Alasannya, tim tamu Sriwijaya FC dihuni oleh empat pemain tim nasional Indonesia: Titus Bonai, Raphael Maitimo, Patrich Wanggai, dan Ferdinand Sinaga. “Kami bersyukur karena tidak kalah di kandang,” kata Schaller, usai pertandingan, Sabtu 11 April. Schaller mengatakan bahwa Sriwijaya merupakan tim yang bagus. Karena empat pemain nasional yang dihuninya membuat pemainskuad Juku Eja bekerja keras. Menurut Schaller, satu poin yang diraih PSM terjadi lantaran kesalahan individu di lini belakang yang sering dilakukan. Sehingga, skuad Juku Eja kebobolan dua gol di menit-menit akhir. Schaller mengatakan timnya akan mengevaluasi lini pertahanan mereka lantaran selalu membuat kesalahan fatal. Menurut Schaller, kesalahan-kesalahan itu membuat PSM kebobolan. Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo mengungkapkan bahwa pada menit awal timnya memang sengaja melakukan strategi bertahan. Hal itu dilakukan agar ada ruang buat timnya melakukan serangan balik. “Inilah strategi. Kami punya pemain cepat. Jadi kita andalkan serangan balik,” kata Benny. Menurut Benny, serangan balik diterapkannya lantaran Sriwijaya memiliki pemain cepat di lini depan seperti Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, dan Goran yang mempunyai naluri mencetak gol tinggi. Meskipun begitu, Benny mengakui tidak puas dengan hasil akhir 3-3. Karena Sriwijaya gagal merebut tiga poin di kandang PSM. “Laga ini memang ketat, tapi pemain belum maksimal terapkan startegi,” ujar pria yang akran disapa Bendol ini. DIDIT HARIYADI

Sumber: Tempo.co