Skandal Pajak Asian Agri, Delapan Tersangka Masih Diproses Kejagung

JAKARTA – Berkas perkara delapan kasus penggelapan pajak Asian Agri Grup masih dalam proses di Kejaksaan Agung. “Karena putusan MA sendiri sudah rangkum 14 perusahaan yang notabene juga tersangka lain ada pengurus dari AAG,” kata Basrief dalam konfrensi pers di Kejagung, Kamis (30/1). Basrief menambahkan berkas penyidikan delapan tersangka itu belum lengkap. Pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Pajak. Berkas tersebut masih P 19 atau bolak balik dari PPNS Ditjen Pajak ke Jaksa Penuntut Umum. Baca Juga Jaksa Agung Takkan Main-Main Tangani Kasus Ahok Sri Mulyani: Tugas Utama Kemenkeu Jaga Keuangan Negara “Kalau Ahok Ditahan, Selesai Urusan” Menurut Basrief, para tersangka itu bisa dibawa ke persidangan jika jaksa mengajukannya. “Jika ini bisa diadili jika diajukan, nanti kita lihat nanti,” katanya. Namun, kata dia, kalau perusahaannya tidak bisa dipidana dua kali. “Karena satu perusahaan tidak bisa dipidana dua kali,” katanya. Seperti diketahui dalam kasus ini ada 10 berkas tersangka. Satu tersangka meninggal dunia. Sedangkan satu lagi adalah Tax Manager AAG, Suwir Laut yang sudah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara masa percobaan tiga tahun. Selain itu, 14 perusahaan yang bernaung di bawah AAG diminta untuk membayar denda senilai Rp 2,5 triliun. Delapan tersangka itu adalah Linda Rahardja, Eddy Lukas, Tio Bio Kok alias Kevin Tio, Willihar Tamba, Laksamana Adiyaksa, Semion Tarigan, Yunus Estate dan Andrian.[ian/jpnn] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , jaksa agung , Kejagung , pajak , Asian Agri , Polhukam , jaksa agung , Kejagung , pajak , Asian Agri , Polhukam , jaksa agung , Kejagung , pajak , Asian Agri

Sumber: RimaNews