45 dokter Malaysia ikut “Tour de Timor”

Kupang ( News) – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT mendata terdapat 45 dokter spesialis asal negeri Jiran Malaysia yang telah mendaftar untuk mengikuti touring sepeda “Tour de Timor” yang digelar pada 29 November 2016. “Jadi 45 dokter itu selain ikut meriahkan kegiatan TDT itu, mereka juga akan mensosialisasikan kesehatan jatung ke sejumlah daerah yang menjadi daerah pemberhentian dari TDT itu,” kata Kadisparekraf NTT Marius Ardu Jelamu kepada Antara di Kupang, Senin. Hal ini disampaikan oleh Marius terkait perkembangan jumlah peserta TDT yang telah mendaftar untuk bersama-sama memperkenalkan daerah pariwisata di di Pulau Timor NTT dan juga Timor Leste. Ada pun etape yang akan disinggahi adalah etapa pertama di Atambua, Kabupaten Belu, kedua di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, ketiga di Soe, Timor Tengah Selatan dan terakhir di Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Hingga saat ini jumlah peserta yang sudah mendaftar sebanyak 70 orang. Kami berharap banyak negara yang akan ikut dalam TDT ini karena memang pesertanya tidak dibatasi,” tuturnya. Hingga saat ini lanjutnya event organizer yang ada di Jakarta tengah menjual dan mempromosikan kegiatan TDT yang akan berlangsung pada 39 November ini, di sejumlah negara tetangga, seperti Australia, Timor Leste, Malaysia serta Singapura dalam rangka menambah jumlah peserta TDT. Kehadiran dokter sejumlah dokter dari negeri Jiran tersebut lanjut Marius akan sangat membantu karena sekaligus akan melakukan pengobatan secara gratis bagi warga di sejumlah etape. “Oleh karena itu kita sangat bersyukur dengan bergabungnya sejumlah dokter tersebut,” tuturnya. Namun sayangnya, kegiatan TDT yang rencana titik startnya di Dili ibu kota Timor Leste harus dimajukan ke daerah perbatasan yakni di Mota Ain dikarenakan bertabrakan dengan kegiatan yang terjadi di Timor Leste. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak di Timor Leste, tetapi katanya pada akhir Oktober ini merupakan tutup tahun anggaran dan katanya ada pemilihan kepala desa di seluruh Timor sehingga keamanan difokuskan ke pemilihan kepala desa, jadi mereka menolak untuk pembukaan dari Timor Leste,” tuturnya. Namun menurutnya kegiatan tersebut tetap akan berjalan dengan startnya dari batas negara, dalam rangka memperkenalkan kebudayaan serta daerah wisata di pulau Timor yang belum terlalu dikenal. Editor: Unggul Tri Ratomo COPYRIGHT © 2016

Sumber: AntaraNews