Gerindra: Pemekaran Komisi Bukan Pemborosan

Rimanews – Partai Gerindra mendukung wacana pemekaran komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dengan pemekaran komisi, efektivitas dan kinerja DPR diyakini bakalmeningkat. “Dibilang pemborosan, saya pikir tidak. Pemborosan kalau kita rekrut lagi. Ini kan sama 560 anggota. Gajinya tetap. Hanya kita pecah saja. Ini efisiensi dan efektivitas bekerja dewan,” kata anggota Fraksi Gerindra, Edy Prabowo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/10). Baca Juga Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Banser ingin bantu amankan natal, ini respons Kapolda Metro Demokrat: Tak perlu menyindir kebijakan masa lalu Pemecahan konsentrasi kerja di sejumlah komisi, menurut Edy, sangat diperlukan. Langkah tersebut guna menghindari menumpuknya beban berat DPR hanya di dua atau tiga komisi. “Sementara ini masih 11 (komisi). Tiap-tiap komisi lingkup kerjanya jelas. Komisi VI ada 4 kementerian dan lembaga, yang menjadi mitra kerjanya. Kementerian BUMN di sana. BUMN sendiri punya 143 perusahaan. Belum lagi anak perusahaannya, cucunya,” kata dia. Edy menggagas perlunya dibentuk satu komisi yang khusus menangani atau bermitra kerja dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Bila perlu, Komisi BUMN sendiri. Rapat kerja dengan mitra itu kan tidak hanya ngomong. Pembahasan nanti kan jadi lebih detail. Jadi agar lebih fokus,” kata Edy.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : fraksi gerindra , pemekaran komisi dpr , politik , Nasional

Sumber: RimaNews