Kelompok HAM Tentang Pembelian Kapal Perang dan Jet Tempur Mesir

Rimanews – Presiden Prancis Francois Hollande telah menandatangani kerjasama militer dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi di Paris meski ditentang kelompok hak asasi manusia karena serangkaian pelanggaran HAM yang dilakukan el-Sissi. Kerjasama yang ditandatangani pada Rabu (26/11) senilai 1,24 miliar dolar AS itu mencakup pembelian empat kapal perang Gowind dan pembaruan stok jet tempur angkatan udara Mesir buatan Prancis, Mirage 2000. Baca Juga 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk Saudi Vonis Mati 15 Mata-mata Iran Amnesty International sebelumnya telah meminta Prancis untuk menghentikan semua pengiriman senjata ke Mesir mengingat pelanggaran hak asasi manusia mengkhawatirkan yang dilakukan negara itu. Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York menuduh rezim el-Sissi melakukan pembunuhan sistematis terhadap lebih dari 1.000 pendukung presiden terguling Mohamed Mursi, pemimpin pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, yang digulingkan oleh militer pada Juli 2013 setelah hanya satu tahun memimpin. Namun, Hollande mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan el-Sissi setelah menandatangani perjanjian senjata: “Ekonomi Mesir membutuhkan kontribusi dari lembaga-lembaga internasional dan Prancis akan berpartisipasi … untuk membantu.” Dia mengatakan komite ekonomi akan bertemu di Prancis bulan Maret mendatang untuk membahas cara-cara membantu perekonomian Mesir. Hollande menambahkan: “Mesir sedang berperang melawan terorisme di Sinai (pejuang Islam) yang memaksa setiap orang untuk bekerja sama guna memerangi hal tersebut, yang bisa mengancam negara-negara tetangga.” Dia bersumpah Prancis akan menjadi “mitra” bagi Mesir di sejumlah bidang dan menyampaikan harapan negaranya bahwa “proses transisi demokrasi di Mesir akan terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”. Dia juga mengungkapkan penandatanganan perjanjian pengembangan Terusan Suez, menambahkan bahwa dirinya akan mengunjungi Mesir tahun depan, tanpa menyebutkan tanggal pasti. Kesepatan Terusan Suez bernilai sekitar 700 juta euro. Kedua negara juga sepakat untuk memperbarui sistem kereta bawah tanah di ibu kota Mesir, Kairo, senilai 300 juta euro. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Kerjasama Militer , Hak Asasi Manusia , Eropa , Internasional , Afrika

Sumber: RimaNews