OPEC dan Non-OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak

Viena- Negara produsen minyak OPEC dan non-OPEC Sabtu (10/12) mencapai kesepakatan pertama sejak tahun 2001 untuk mengurangi produksi minyak menyusul melimpahnya pasokan global. Kondisi ini membuat harga minyak merosot lebih dari setengahnya dalam dua tahun terakhir sehingga anggaran negara produsen minyak terpangkas, bahkan menimbulkan kerusuhan di beberapa negara. Produsen dari luar kelompok 13-negara atau non-OPEC Sabtu (10/12) di Viena, Austria sepakat untuk mengurangi produksi sebanyak 558.000 barel per hari. Awalnya ditargetkan mengurangi produksi minyak mentah 600.000 barel per hari. Tetapi kesepakatan itu sudah memberikan kontribusi terbesar yang pernah menjadi kontribusi non-OPEC. “Perjanjian ini mempererat kerja sama jangka panjang, ini kesepakatan bersejarah,” kata Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih kepada wartawan setelah pertemuan itu. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan dalam konferensi pers yang sama bahwa kesepakatan hari ini akan mempercepat stabilisasi pasar minyak, dunia sehingga mengurangi volatilitas, dan menarik investasi baru.” OPEC pekan lalu sepakat memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari. Kesepakatan ini diinisiasi eksportir terbesar, Arab Saudi yang akan memotong sebanyak 486.000 barel per hari. Novak mengatakan, Rusia akan memotong 300.000 bph secara bertahap dan pada akhir Maret Rusia akan memproduksi 200.000 barel per hari kurang dari tingkat Oktober 2016 sebesar 11.247.000 barel per hari. OPEC memiliki sejarah panjang kecurangan terkait kuota produksi. Hal ini terlihat dari Nigeria dan Libya yang dibebaskan dari kesepakatan karena perselisihan sipil. Whisnu Bagus Prasetyo/WBP Reuters

Sumber: BeritaSatu