Pakar: Jokowi Bakal Jadi Bulan-bulanan BBM

Rimanews – Polemik tentang harga BBM dinilai akan menjadi sumber masalah bagi pemerintahan Jokowi ke depan. Oleh sebab itu, perlu dicari solusi fundamental untuk mengatasinya. “Kalaupun sekarang SBY yang naikkan, ke depan PDIP dan Jokowi akan jadi bulan-bulanan,” ujar analis politik Fachry Ali di Jakarta, Rabu (27/8). Baca Juga 3 Serangan Sri Bintang Pamungkas yang Membuat Telinga Jokowi Merah Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Presiden ingin kesepakatan dengan India segera dilanjutkan Jokowi minta Polri perhatikan ancaman teroris saat Natal Jokowi: ibu-ibu lebih hebat dari Gatotkaca Menurut Fachry, gonjang-ganjing terkait harga BBM dinilai bersumber dari ketidaksesuian sistem ekonomi yang berlandaskan konstitusi dangan mekanisme pasar yang sedang berlangsung. Bahkan, katanya, harga BBM yang diserahkan ke pasar adalah menyalahi konstitusi. “Ini titik persoalan. Apakah konstitusi disesuaikan dengan sistem pasar, atau sebaliknya. Sebab, pasal 33 UUD 45 menyebutkan bahwa kekayaan alam harus digunakan untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya. Fachry menilai siapapun presidennya akan berhadapan pada isu harga BBM. Oleh sebab itu, dia menyarankan ada penafsiran ulang atau reinterpretasi konstitusi karena kondisi di lapangan yang berbeda ketika konstitusi tersebut disusun. “Kita menghadapi dilema di lapangan. Pada waktu itu (tahun 1945) penduduk masih 75 juta, sekarang 250 juta. Adakah keberanian kita untuk melihat pada yang realistis?” ujarnya. Menurut Fachry, solusi politik yang selama ini menjadi dasar penyelesaian polemik harga BBM tak akan permanen. “Persoalan fundamental pada konstitusi itulah yang harus diselesaikan,” ujarnya. Untuk jangka pendek, Fachry berharap pertemuan SBY dan Jokowi di Bali yang dijadwalkan hari ini, Rabu (28/8) sore, melahirkan solusi yang konklusif. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : fachry ali , bbm , Jokowi , politik , Nasional

Sumber: RimaNews