Pimpinan Suporter Rusia akan Dideportasi dari Prancis

Metrotvnews.com, Paris: Pemerintah Prancis bakal memulangkan sekitar 19 suporter Rusia beserta pimpinannya. Keputusan itu terpaksa diambil guna mencegah terjadinya kerusuhan antar suporter yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di ajang Piala Eropa 2016. Seperti diketahui, suporter Inggris dan Rusia sempat bentrok ketika tim idolanya bertanding pada fase penyisihan grup di Stadion Velodrome, Marseille. Meski tidak memakan korban jiwa, kerusuhan tersebut telah merusak sejumlah sarana publik dan menyebabkan puluhan orang luka-luka. Baca juga Highlights Liga Champions Eropa Bawa Portugal Juarai Piala Eropa, Ronaldo Dijadikan Nama Bandara Kilas Balik Piala Eropa 2016 Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Tidak selesai sampai di situ, setidaknya terdapat 43 fan Rusia yang kembali di tangkap ketika ingin menyaksikan pertandingan Rusia kontra Slovakia beberapa hari yang lalu. Rombongan yang dipimpin oleh Alexander Shprygin itu diduga bakal kuat melanjutkan aksi anarkisnya karena sudah ditunggu para suporter Inggris di sekitar kota Lille. Seusai penangkapan tersebut, setidaknya terdapat 12 suporter Rusia yang dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sementara itu, tiga lainnya malah langsung mendekam hingga dua tahun di penjara karena terlibat dengan kerusuhan di Marseille. Terlepas dari penangkapan tersebut, kasus pemukulan dua fan Inggris yang dilakukan suporter Rusia masih dalam proses investigasi jaksa setempat, Brice Robin. Selain menangkap fan Rusia, Robin juga sempat mengamankan enam suporter Inggris yang juga terlibat aksi kekerasan. (bbc) (KAU)

Sumber: MetroTVNews