Rusia vs Montenegro, Syarat Mudah buat Tuan Rumah

Sbobet Mobile Pada 14 Juli, Fabio Capello diperintahkan angkat kaki dari kursi pelatih Rusia akibat krisis hasil. Dalam enam kesempatan memimpin Rusia berlaga di Kualifi kasi Euro 2016 , Capello hanya sanggup menyuguhkan dua kemenangan. Rusia kala itu bertengger di peringkat ketiga Grup G dengan koleksi delapan poin. Federasi Sepak Bola Rusia , RFU, lantas menunjuk Leonid Slutsky untuk mengisi pos yang ditinggalkan Capello. Kinerja eks pelatih CSKA Moskva itu patut dipuji lantaran dirinya sukses menghadirkan kestabilan. Sejak diarsiteki Slutsky, Rusia selalu meraih kemenangan, masing-masing atas Swedia (1-0), Liechtenstein (7-0), dan Moldova (2-1). Ketakutan fan soal kemungkinan Rusia harus melalui babak play-off guna mengejar tiket ke Euro 2016 kini mulai mereda. Kendati status sebagai juara Grup G, sudah pasti digenggam Austria, Rusia sekarang cukup nyaman bertengger di posisi runnerup dengan bekal 17 poin, alias berjarak dua angka dengan Swedia di posisi ketiga. Situasi Rusia terbilang nyaman karena mereka hanya butuh tambahan sebiji poin lagi buat mematri kelolosan ke Euro 2016 . Pada laga terakhir Grup G, Rusia bermain di kandang sendiri dan menjamu Montenegro yang telah dipastikan tersingkir dari persaingan memperebutkan tiket ke Euro 2016 . Selain sudah tak punya motivasi apa-apa, Montenegro juga datang tanpa striker andalan mereka, Mirko Vucinic (suspensi). Kekuatan lini ofensif Montenegro kian berkurang lantaran Stevan Jovetic dipulangkan lebih awal ke Appiano Gentile (sentra latihan Inter). Tenaga Jovetic sangat dibutuhkan Inter yang tengah menyusun strategi buat menghadapi laga panas derby d’Italia versus Juventus akhir pekan ini. Menilik kondisi terkini Montenegro , target meraih minimal sebiji poin tentu bukan hal yang muluk-muluk bagi Rusia . Terlebih Rusia punya senjata mematikan dalam rupa, Artem Dzyuba . Penyerang Zenit St. Petersburg itu sedang dalam performa oke. Dalam empat pertandingan terakhir, baik bersama klub maupun timnas, nama Dzyuba selalu tertera di papan skor. Striker 27 tahun itu juga merupakan salah satu pemain tersubur di Kualifikasi Euro 2016 dengan torehan delapan gol. Koleksi golnya hanya kalah banyak dari Robert Lewandowski (12 gol/Polandia). Dzyuba adalah fi gur yang mendapatkan dampak positif dari kehadiran Slutsky di kursi ahli strategi tim. Sebanyak enam dari total delapan gol Dzyuba di Kualifikasi Euro 2016 tercipta saat Slutsky mulai bekerja sebagai peramu taktik Rusia . Penulis: Sem Bagaskara

Sumber: Juara.net