Tiki-Taka Bikin Ngantuk

Metrotvnews.com, Roma: Penguasaan bola menjadi salah satu yang cukup vital dalam sebuah pertandingan sepak bola. Biasanya, tim yang lebih dominan dalam urusan ball possession akan punya peluang lebih besar untuk menang. Barcelona menjadi tim yang sukses meraup kesuksesan besar dari gaya permainan mereka yang selalu mendominasi penguasaan bola, atau biasa disebut tiki-taka. Tak hanya membuat orang berdecak kagum, tiki-taka yang mereka terapkan pun berujung pada prestasi. Baca juga Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2016–2017 Jelang Pengundian Babak 16 Besar Liga Champions Barcelona Patahkan Rekor Passing Mereka di Liga Champions Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Total, mereka sukses merebut 26 gelar juara dari berbagai ajang yang mereka ikuti pada periode 2005–2016. Yang paling fenomenal adalah, Barca sukses menyapu bersih enam trofi juara dalam satu musim. Prestasi gemilang itu ditorehkan saat Barca diasuh Josep Guardiola pada musim 2008–2009. Namun, ternyata tidak semua orang suka dengan gaya tiki-taka. Pelatih kawakan Italia, Giovanni Trapattoni adalah salah satunya. Pelatih berusia 77 tahun ini justru mengaku bosan melihat tiki-taka. Mantan pelatih Timnas Republik Irlandia ini lebih senang melihat taktik yang diterapkan pelatih Diego Simeone saat membawa Atletico Madrid mengalahkan Bayern Muenchen 1-0 pada leg pertama semifinal Liga Champions, pekan lalu. Komentar ini dilontarkan Mr.Trap -julukkannya- untuk membalas kritikan yang dialamatkan pada Simeone. Pelatih asal Argentina itu dikritik lantaran memainkan gaya yang relatif membosankan -bertahan dan mengandalkan serangan balik. “Saya tidak ingin menyebut nama (tim). Tapi ada beberapa tim yang bisa memegang bola selama setengah jam namun tidak pernah melepaskan tembakan. Itu membuat saya mengantuk,” ujar Trapattoni. “Saya lebih memilih seribu kali melihat strategi yang diterapkan Simeone. Ia langsung pada intinya, dan intensitasnya spektakuler. Mengatakan bahwa sepak bola yang diterapkan Simeone jelek adalah sebuah kebohongan besar,” tandasnya. Lebih jauh, Trapattoni juga memberikan prediksinya terkait jalannya laga leg kedua antara Muenchen kontra Atletico yang akan digelar di Allianz Arena, Rabu, 4 Mei dini hari WIB. “Ini akan jadi pertandingan yang berat untuk Simeone. Tapi, saya yakin dia mampu mengatasinya,” tandasnya. Seperti diketahui, Bayern membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol atau lebih untuk membalikkan keadaan dan lolos ke final. Sementara itu, Atletico hanya butuh hasil imbang atau kalah tipis tapi dengan mencetak gol. (Football-Italia) (ACF)

Sumber: MetroTVNews