ASN Depok Resmi Gunakan Gas Nonsubsidi

Situs Taruhan Bola Online Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris mencanangkan tabung gas 5,5 kg bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mampu. Pencanangan yang terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kota Depok dan Pertamina berlangsung di lapangan Balaikota Depok, Jumat (28/10). Pencanangan dihadiri Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat. Senior Sales Eksekutif Pertamina Herdi Surya Indrawan menginformasikan gas non subsidi dengan berat 5,5 kilogram ini tidak disubsidi pemerintah. Keunggulannya lebih aman, lebih nyaman, dan harga isi ulang lebih terjangkau. “Kegiatan ini untuk memberitahukan masyarakat bahwa gas 3 kilogram yang disubsidi pemerintah hanya untuk masyarakat tidak mampu. Semoga sosialisasi ini bisa membuat gas 3 kilogram tepat sasaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan gas 3 kilogram,” kata Herdi. Dikatakan Herdi, pihaknya telah menyebarkan 21.000 tabung di Kota Depok. Banyak keuntungan yang didapat, di antaranya lebih aman karena menggunakan katup ganda yang mengadopsi Double Sprindle Valve System (DSVS), sehingga dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. “Harganya pun terjangkau, untuk agen Rp 57.500, kalau sudah di pangkalan bervariasi antara Rp 60.000- Rp 65,000 untuk isinya. Sedangkan jika beserta tabung, harganya Rp 320.000. Saat ini Bright Gas 5,5 kilogram sudah tersedia di pangkalan dan SPBU,” tutur Herdi. Pihaknya juga memberi opsi kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan Bright Gas dengan menukarkan dua tabung subsidi ditambah dengan Rp 99.000. Walau demikian, Herdi mengaku tidak ada pengurangan alokasi gas bersubsidi. Peluncuran Bright Gas ini bertujuan agar gas bersubsidi tepat sasaran. Senada, Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan, pencanangan dan sosialisasi dilatari adanya laporan kelangkaan gas 3 kilogram. Namun, setelah dicek ternyata tidak ada kelangkaan karena penyediaan dan jumlah sangat cukup. Hal tersebut dikarenakan adanya penyalahgunaan dari pengguna elpiji 3 kilogram. Di mana seharusnya, lanjut Idris, yang menggunakan gas 3 kilogram hanya masyarakat kurang mampu yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta. Sedangkan masyarakat berpenghasilan di atas Rp 1,5 juta harus menggunakan elpiji 5,5 kilogram. Idirs menuturkan, pencanangan dimulai dari ASN sebagai pelayan masyarakat. Sehingga ASN bisa menjadi motor penggerak untuk penggunaan dan sosialisasi gas 5,5 kilogram yang tidak disubsidi pemerintah. “Ada Surat Edaran Wali Kota untuk ASN agar menggunakan gas 5,5 kilogram. Jadilah teladan dalam hal ini. Ayo beralih kepada gas 5,5 kilogram karena gas 3 kilogram hanya untuk masyarakat kurang mampu,” ajak Idris. Bhakti Hariani/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu