Astaga, Bantuan Benih Pertanian Masih Dikorupsi

Rimanews – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur menahan dua tersangka korupsi proyek bantuan langsung benih unggul (BLBU) pada Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi kepulauan itu, tahun anggaran 2012 senilai Rp600 miliar. “Penahanan dilakukan penyidik atas dua tersangka, masing-masing I Made Jawana dan I Made Dwi Sunendra pada Rabu (18/11) sekitar pukul 21.00 Wita,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur John W Purba, melalui Asisten Pidana Khusus Gaspar Kase, di Kupang, Jumat (20/11/2015). Baca Juga Bukan main bom, Djarot cerita Islam di Indonesia Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Dia menyebutkan, dua tersangka yang ditahan adalah pemeran penting dalam proyek tersebut. Dia mengatakan, tersangka I Made Jawana adalah Kepala PT Pertani Cabang Kupang dan tersangka lainnya I Made Dwi Sunendra adalah Kepala PT SHS. “Sebelum ditahan, kedua tersangka menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita,” katanya. Pascapemeriksaan yang dilakukan tim penyidik antara lain, Devi Muskita dan Ina Mallo, kedua tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter sebagai langkah standar sebelum ditahan. “Karena dinyatakan sehat, maka kedua tersangka langsung digiring ke Rumah Tahanan Klas II B Kupang,” katanya. Ketika ditanya apakah dalam kasus senilai Rp600 miliar itu akan ada penambahan tersangka, Gaspar menjelaskan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka dalam kasus itu. “Penambahan tersangka bisa saja terjadi,” katanya. Proyek BLBU yang menelan anggaran Rp600 miliar ini berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan yang menjadi sasaran proyek atau mendapat penyaluran bibit palawija yakni 20 kabupaten/kota kecuali Kabupaten Sabu Raijua. Dalam kasus ini, Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur telah memeriksa semua Kepala Dinas (Kadis) pertanian dari kabupaten/kota se-Propinsi NTT, sebagai saksi. Proyek BLBU Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi NTT ini tersebar di semua kabupaten di wilayah NTT dan karena itu jaksa memeriksa semua kepala dinas pertanian terkait penyaluran bantuan langsung benih unggul ini. Selain para kepala dinas, kata dia, penyidik Kejati NTT juga memeriksa semua pihak yang terkait dengan pengelolaan proyek BLBU ini, baik dari Distanbun NTT, Dinas Pertanian kabupaten, pihak kontraktor dan pihak-pihak terkait lainnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : korupsi benih , benih pertanian , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews