Gelandang Real Madrid Ini Lebih Menentukan daripada Trio BBC

Situs Taruhan Bola Online MADRID, KOMPAS.com – Real Madrid punya trisula mengerikan di lini depan dalam rupa trio (Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo). Akan tetapi, ada pemain lain yang lebih menentukan bagi hasil akhir El Real daripada trio tersebut. Sosok yang dimaksud ialah Casemiro. Gelandang bertahan berusia 24 tahun itu disebut lebih vital karena berperan menjaga keseimbangan di lini tengah Real Madrid . Dialah yang menyetarakan daya ofensif lini depan El Real dengan kemampuan defensif sebagai pekerja keras dan pemutus aliran serangan di tengah. Kombinasinya dengan Luka Modric di pusat lapangan memastikan dapur permainan El Real bertenaga dan kreatif. Bukan kebetulan hasil imbang yang dipetik El Real dalam 4 laga terakhir pada berbagai ajang terjadi berbarengan dengan ketiadaan Casemiro di lapangan. Pemuda Brasil itu harus absen, setidaknya sampai medio November, akibat cedera retak tulang fibula . Selama Casemiro menepi, trio sekalipun tak mampu membantu Real Madrid menang atas Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2), Borussia Dortmund (2-2), dan Eibar (1-1). Benar El Real menang besar 5-2 saat menjamu Osasuna pada pekan ketiga La Liga musim ini tanpa adanya Casemiro. Akan tetapi, pelatih Zinedine Zidane kala itu masih bisa menggunakan tenaga Modric. Setelah gelandang Kroasia tersebut ditarik keluar, Madrid terbukti tak bisa menambah gol dan kebobolan dua kali dari pemain lawan. Baca Juga: CEO Bundesliga Perpanjang Kontrak hingga 2022 Efek Partai Antarnegara, Juventus Paling Lelah di Serie A Dengan atau Tanpa Rooney, Inggris Tetap Dihantui Masalah Karena itu, Zidane dihadapkan pada ujian berat saat paket dobel mereka ini absen. Ketika bertandang ke Real Betis, Sabtu (15/10/2016) atau Minggu dini hari WIB, Zidane amat mungkin memasang kembali trio Isco, Toni Kroos, dan Mateo Kovacic di lini tengah. Susahnya, trio tersebut cenderung berkarakter ofensif. Kroos yang sejatinya menekankan kekuatan sebagai penyalur bola utama dari tengah tepaksa bermain lebih ke belakang dan defensif. Karena keterbatasan di lini tengah Madrid, kubu Real Betis berani menargetkan hasil positif saat menjamu sang raksasa ibu kota. “Empat bulan lalu, Zidane menemukan solusi terhadap masalah Madrid dengan memainkan Casemiro dan menjuarai Liga Champions. Kini, Casemiro cedera dan orang bilang Zidane adalah bencana,” kata pelatih Betis, Gustavo Poyet, dikutip Goal.com.

Sumber: Kompas.com