KAI Purwokerto Tingkatkan Pengawasan di Wilayah Rawan Longsor

Situs Taruhan Bola Online Purwokerto – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, meningkatkan pengawasan terhadap jalur rel di wilayah rawan longsor menjelang musim hujan. “Hal itu kami lakukan karena berdasarkan prakiraan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), fenomena La Nina masih akan berlangsung hingga bulan Maret 2017. Padahal, sebentar lagi sudah memasuki musim hujan sehingga dikhawatirkan intensitas hujannya semakin tinggi atau melebihi saat musim kemarau yang terdampak La Nina,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko, di Purwokerto, Selasa (13/9). Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berupaya mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan perjalanan kereta api di daerah rawan longsor, banjir, ambles, dan pohon tumbang. Dia mengatakan berdasarkan data, di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto terdapat 22 titik rawan, empat empat di antaranya rawan longsor yang selama ini mendapat pengawasan serius, yakni satu titik di Kabupaten Brebes yang berada di km 304+2/5 antara Prupuk dan Linggapura, dua titik di Kabupaten Banyumas masing-masing di km 360+1/3 antara Notog dan Kebasen serta km 423-424 antara Tambak dan Ijo, serta satu titik di Jembatan Sungai Luk Ulo antara Soka dan Kebumen. “PT KAI telah menempatkan petugas penjaga selama 24 jam di empat titik rawan longsor tersebut. Pengawasan atau penjagaan akan ditingkatkan pada waktu-waktu tertentu terutama pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru karena biasanya berbarengan dengan puncak musim hujan,” ujarnya. Menurut dia, penjagaan daerah rawan gangguan bencana di jalur kereta api tersebut untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan KA. Lebih lanjut, Ixfan mengatakan pihaknya secara berkala melakukan inspeksi jalur rel di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto dengan menggunakan lori. “Dalam waktu dekat, kami akan inspeksi jalur Kroya hingga Langen, Jawa Barat, karena jalur tersebut termasuk rawan bencana,” katanya. Berdasarkan catatan Antara , hujan lebat yang terjadi pada tanggal 18 Juni 2016 mengakibatkan banjir di Terowongan Ijo sehingga merendam rel. Hujan lebat yang terjadi pada awal musim kemarau itu juga mengakibatkan jalur rel gogos di km 423+0/1 antara Stasiun Ijo dan Tambak dengan panjang 15 meter dan ketinggian 30 sentimeter serta tebing longsor di km 423+2/3 sebelah barat Stasiun Ijo. Selain itu, hujan lebat pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena La Nina juga mengakibatkan banjir yang menggenangi jalur rel di sejumlah daerah. /MUR

Sumber: BeritaSatu