Kuntilanak dkk Ramaikan Game “Ghost Battle”

Rimanews – Pengembang lokal Dwi Hardyanto berusaha memperkenalkan budaya Indonesia lewat permainan Ghost Battle, yang menggambarkan pertempuran hantu-hantu lokal melawan hantu khas negara lain. Baca Juga WhatsApp dan facebook bikin boros baterai Gunakan wifi gratis di tempat umum bisa berbahaya Google doodle tampilkan hari ibu “Angkat hantu untuk memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara unik dari sisi lain,” ujar Dwi di Jakarta, Senin (4/5). Permainan yang menampilkan hantu-hantu lokal seperti tuyul, sundel bolong hingga leak itu mengantarkan Dwi menjadi juara Digital Creative Indonesia Competition 2014. Selain mendapat Rp20 juta, mahasiswa jurusan informatika Universitas Brawijaya itu berkesempatan mengunjungi perusahaan seperti Google, Yahoo, YouTube dan Facebook di Silicon Valley, Amerika Serikat. April lalu, Dwi meluncurkan versi kedua game dengan variasi hantu lebih banyak. Ragam hantu lokal di game versi dua bertambah dari 16 menjadi 40 hantu. Dwi Hardyanto Tingkat kerumitan permainan juga bertambah menjadi 70 level yang terbagi dalam tujuh dunia hantu. Sejak diluncurkan, Ghost Battle 2 telah diunduh tiga ribu pengguna. “Pengunduhnya juga ada dari luar, memang targetnya internasional,” kata pria asal Malang itu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : game , kuntilanak , Lokal , Software , Teknologi

Sumber: RimaNews