Mobil Mewah Bekas Ibarat Uang Dollar, Tak Boleh “Lecek”

Jakarta, Otomania – Penjualan mobil bekas ( mobkas ) saat ini sangat lemah, terlebih untuk mobil premium. Para pedagang mobkas pun mulai benar-benar selektif dalam membeli mobil konsumen. Lalu kriteria mobilseperti apa yang pedagang cari? Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, menjelaskan pedagang memilih mobil mewah dari beragam sektor, bila ada kerusakan atau masalah maka harga jual mobil tersebut akan sangat turun. “Mobil mewah layak uang dollar, lecek sedikit harganya turun. Seperti yang sudah saya jelaskan, selain dari kondisi bodi, kilometer juga jadi penentu harga jualnya,” ujar Herjanto saat dihubungi Otomania , Senin (15/11/2016). Menurutnya, semakin rendah jarak tempuh kilometer pada odometer , maka harga jual akan makin semakin baik. Sedangkan bila angkanya tinggi, pedagang akan menekan harga jual agar mobil bisa dibeli dengan harga terendah. “Sebenarnya ini wajar, karena pedagang juga punya margin , tidak mungkin mau rugi. Risiko menjual mobil mewah juga cukup tinggi mengingat putaran untuk menjualnya kembali tidak secepat mobil biasa,” kata Herjanto. Karena itu, bagi pemilik mobil mewah yang mau menjual mobilnya, selain perawatan yang rutin dilakukan penting untuk memperhatikan jarak pemakaian. Bila angka kilometernya cukup tinggi, ada kemungkinan untuk harga jualnya turun. Otomania/Setyo Adi Ilustrasi pasar mobil mewah bekas Teddy pemilik showroom mobkas di MGK-Kemayoran juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya mobil mewah rata-rata jualnya lebih ke penghobi yang segmennya cukup kecil. “Cocok-cocokan jual mobilnya, harus sabar. Tapi bicara soal mobil mewah identik masih mencari sedan dibandingkan jenis SUV atau MPV ,” ucap Teddy.

Sumber: Otomania.com