Musibah Mina Tak Ganggu Prosesi Lempar Jumrah

Rimanews- Musibah Mina di persimpangan jalan 204 dan 223 telah merenggut korban di antaranya jamaah haji Indonesia. Namun prosesi ibadah lempar jumrah di Mina masih berjalan seperti biasa. Hingga Jumat (25/09/2015) dini hari, jamaah haji Indonesia silih berganti melewati jalan yang menuju ke lantai 3 jamarat. Mereka berjalan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Ada dua jalan utama yang dilewati jemaah haji Indonesia, yaitu melewati terowongan yang mengarah ke lantai 3 jamarat dan jalan King Fahd. Kedua akses ini tetap bisa dilintasi jemaah karena memang posisinya tidak terkoneksi langsung dengan jalan 204 dan 223 yang menjadi tempat tragedi Mina berlangsung. “Di mana kejadian itu Mas,” tanya seorang jemaah yang melintas kepada petugas. Petugas dari Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) menjelaskan kalau lokasi kejadian bukan di terowongan atau di tempat lontar jumrah. Setelah ada penjelasan seperti itu jemaah kembali melanjutkan perjalanannya. Ada 52 maktab jemaah haji Indonesia di Mina. Sesuai instruksi dari ketua kloternya, mayoritas jemaah haji Indonesia melontar jumrah pada dini hari atau sore/malam hari. Pada waktu-waktu itu jalan menuju lokasi lempar jumrah relatif lengang, lokasi lontar jumrah juga demikian. Jemaah bisa melontar tanpa harus berdesak-desakan dengan sesama jemaah. Untuk lempar jumrah di awal hari tasyrik ini pemerintah melalui ketua kloter sudah meminta jemaah haji Indonesia menghindari jam-jam 13-16 waktu setempat. Lontar jumrah disarankan pada dini hari atau malam hari supaya tidak berdesak-desakan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Jumroh , haji , jamaah haji meninggal , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews