Negara Semrawut, UU Hasil Amandemen dan Pancasila Tak Beriringan

Rimanews – Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai persoalan negara saat ini terjadi lantaran Undang-undang hasil amandemen dengan Pancasila tidak berjalan beriringan. “Kita tahu amandemen UUD dengan Pancasila itu bertolak belakang, yang satu berjalan ke kanan, dan yang satunya lagi berjalan ke kiri, ini kan tidak ketemu. Jika pembukaan UUD 45 dengan Pancasila berjalan beriringan, tapi sekarang sangat berbeda,” kata Direktur SDR Hari Purwanto di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015). Baca Juga PPP dukung pembentukan UKP Pemantapan Ideologi Pancasila Jokowi Bentuk Lembaga Pemantapan Pancasila Menangkal Komunisme Menurut Ulama Banten Lebih lanjut, Hari berharap agar Undang-undang sebagai sektor yudikatif dikembalikan ke UUD 1945 yang asli. Hanya saja ia berharap agar ada batasan-batasan dan peranan masyarakat di dalamnya. “Kita kembali ke UUD 45, tapi dengan syarat ya bahwa harus dibatasi. Harus ada keterlibatan publik. Harus dihidupkan juga GBHN lagi,” tuturnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Amandemen UUD 1945 , Pancasila , politik , Nasional

Sumber: RimaNews