Nelayan Mukomuko Desak Penegak Hukum Hentikan Kapal Trawl

Situs Taruhan Bola Online Bengkulu – Nelayan tradisional Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menghentikan kapal trawl atau pukat harimau, yang beroperasi di perairan wilayah tersebut. “Kami berharap aparat penegak hukum, seperti polisi dan instansi terkait segera menghentikan kapal trawl yang mencari ikan di perairan Air Rami. Keberadaan kapal trawl ini membuat hasil tangkapan nelayan tradisional anjlok,” kata Rivai, salah seorang nelayan Air Rami, di Bengkulu, Jumat (16/9). Ia mengatakan, belasan kapal trawl setiap hari beroperasi mencari ikan di perairan laut Air Rami, Mukomuko. Disinyalir nelayan kapal trawl yang beroperasi di perairan Air Rami berasal dari Kota Bengkulu. Akibat belasan kapal trawl beroperasi di perairan Air Rami tersebut, menyebabkan hasil tangkapan nelayan tradisional setempat anjlok karena kalah bersaing. Sebab, jalur tangkapan nelayan tradisional dimasuki kapal trawl . Karena itu, nelayan tradisional berharap aparat penegak hukum, termasuk Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu, untuk segera menghentikan kapal trawl tersebut. Sebab, jika masalah ini tidak disikapi secara tegas oleh aparat penegak hukum di Bengkulu, maka bentrokan nelayan trandisional dan nelayan trawl di laut tidak dapat dihindarkan lagi. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, nelayan tradisional menghadang empat kapal trawl . Namun, pengadangan tidak berhasil sehingga tidak terjadi keributan di laut. Hal ini dilakukan nelayan tradisional Air Rami karena kesabaran sudah habis terhadap aktivitas nelayan trawl yang beroperasi di wilayah tersebut. Hal senada diungkapkan Iksan (39), nelayan Air Rami lainnya. Ia mengatakan, kapal pukat harimau tersebut, sudah sejak lama beroperasi di perairan Air Rami. Namun, tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum di Bengkulu. Buktinya, sampai sekarang belasan kapal pukat harimau masih bebas mencari ikan di perairan laut Air Rami. Celakanya, mereka menangkap ikan di jalur nelayan tradisional setempat. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan Air Rami terus menurun dari hari ke hari. Kapal trawl tidak hanya merusak terumbu karang, tapi juga mengancam populasi ikan di laut. Sebab, ikan-ikan kecil masuk semua ke dalam jaring pukat harimau tersebut. Karena itu, jika kapal trawl tetap dibiarkan mencari ikan di Air Rami, maka populasi ikan di daerah ini terancam akan habis. “Atas dasar inilah nelayan tradisional Air Rami keberatan kapal trawl beroperasi mencari ikan di wilayah tersebut, dan mendesak aparat penegak hukum di Bengkulu, segera menghentikan hal tersebut,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mukomuko, Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam mengatasi kapal trawl yang beroperasi di perairan Air Rami. Sebab, kewenangan untuk menghentikan kapal trawl beroperasi berada di DKP Provinsi Bengkulu dan Polda setempat. “Kami hanya bisa mengimbau nelayan tradisional setempat agar menghindari keributan dengan nelayan kapal trawl . Sedangkan penindakanya ada di DKP Bengkulu dan Polda setempat,” ujarnya. Bupati Mukomuko, Choirul Huda, mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu guna menghentikan aktivitas kapal trawl di perairan laut Air Rami. “Kami akan berkoordinasi dengan Lanal Bengkulu, untuk menghentikan kapal trawl beroperasi menangkap ikan di perairan Air Rami secepatnya, sehingga keributan di laut dengan nelayan tradisional setempat dapat dihindari,” ujarnya. Bupati Choirul Huda mengimbau masyarakat nelayan Air Rami jangan main hakim sendiri. “Persoalan yang ada harus diselesaikan melalui jalur hukum, sehingga tidak terjadi keributan di laut,” ujarnya. Usmin/JAS

Sumber: BeritaSatu