Pendidikan Kejuruan Jadi Fokus Program Pemerintah

Jakarta – Ada yang berbeda dari sudut ruang acara Rembuk Nasional 2016 yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Senin malam (24/10). Pasalnya, sejumlah siswa dari SMK Raden Umar Said Kudus jurusan Graphic Design menunjukkan keahliannya dalam mengkreasikan motion graphic di booth mereka. Rembuk Nasional 2016 adalah perayaan 2 tahun pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, yang mungkin di pikiran kita hanya membahas tentang perekonomian nasional, infrastruktur, industrialisasi di Indonesia dan hal-hal besar lainnya dibicarakan di acara ini. Namun hal yang berbeda disuguhkan di sudut ruang acara tersebut, kehadiran anak-anak muda kreatif tersebut membuka mata kita bahwa industri kreatif juga punya peran dalam membangun ekonomi nasional. Dengan peralatan komputer canggih dan layar sentuhnya serta pena digitizer yang digerak-gerakkan oleh anak-anak muda ini menghasilkan animasi, motion graphic bahkan 3D. Aktifitas mereka membuka mata kita bahwa generasi muda Indonesia sudah mempunyai peran yang besar menyokong perekonomian bangsa. Dan di jaman ini, sudah sepatutnya anak-anak muda bangsa kita memiliki keterampilan apa pun yang mampu meningkatkan taraf hidup layak bagi diri sendiri dan keluarga. Dalam rapat terbatas membahas pendidikan vokasi, di Kantor Presiden, Jakarta bulan September lalu, Presiden Joko Widodo berkata, “Saya minta dilakukan perombakan dan langkah perbaikan yang konkret terhadap sistem pelatihan pendidikan vokasi kita”. Jokowi menyebutkan bahwa langkah pertama, harus dilakukan reorientasi pendidikan vokasi ke arah kebutuhan kerja. Para peserta didik harus digenjot agar dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja. Reorientasi ini akan berimbas pada perubahan kurikulum, baik di ruang kelas maupun praktik lapangan. Kedua, Jokowi meminta reorientasi pendidikan itu melibatkan dunia usaha dan industri. Hal tersebut akan mempermudah menentukan jenis tenaga kerja seperti apa yang sedang dibutuhkan. “Sektor-sektor unggulan, misalnya maritim, pariwisata, pertanian dan industri kreatif. Itu harus difokuskan,” ujar Jokowi. Ketiga, Jokowi juga minta proses pembukaan sekolah kejuruan di seluruh Indonesia harus dipermudah. Lainnya, Presiden menekankan perlu dipastikan bahwa sekolah kejuruan itu terintegrasi dengan sistem pendidikan vokasi yang diterapkan pemerintah. Jokowi mengingatkan, dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun mendatang, Indonesia akan dibanjiri usia produktif sebesar 195 juta jiwa. Oleh karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang. Yang dilakukan oleh para siswa asal Kudus ini membuktikan mereka siap bersaing dengan orang asing. Bahkan mereka sudah berani mengumumkan sebuah film animasi yang telah mereka ciptakan dan siap tayang perdana di bioskop pada Februari 2017 berjudul “Pasoa & Sang Pemberani”. Nah, untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia diperlukan dukungan konkret pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Sinergi BUMN, serta peran swasta agar industri kreatif menyokong pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi bukti bahwa generasi muda mampu bersaing dengan pemuda-pemuda dari negara lain. Emral Firdiansyah/GOR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu