PLN Beli Listrik dari PLT Sampah di 7 Kota

Jakarta – ‎PT PLN (persero) meneken nota kesepahaman ( memorandum of understanding /MoU) perjanjian jual-beli tenaga listrik dari pembangkit listrik sampah (PLTSa) dengan tujuh Pemerintah Daerah dan Kota. Ada pun pemerintah daerah itu yakni DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Makassar. Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo serta perwakilan dari pemerintah daerah lainnya di kantor PLN Pusat di Jakarta, hari ini. Sofyan mengatakan penandatangan perjanjian jual-beli listrik PLTSa ini menunjukkan komitmen PLN untuk terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi. “Sehingga target rasio elektrifikasi sebesar 98 persen pada 2019 dan target porsi EBT 23 persen pada 2025 dapat tercapai,” kata Sofyan di Jakarta, Senin (5/12). Dia memaparkan total kapasitas pembelian dari tujuh kota tersebut mencapai 100 megawatt (MW). Masing-masing kota sebesar 10 MW kecuali kota Jakarta sebesar 4×10 MW. Pembelian daya tersebut seharga US$ 18,77 sen atau setara Rp 2.496 per KwH dengan skema buy, own, operate, transfer (BOOT). Sementara pengembangan PLTSa menggunakan thermal process . “Proses ini meliputi gasifikasi, insinerator dan pyrolysis,” ujarnya. Sampah kerap menjadi permasalahan besar di berbagai kota, seperti di Jakarta sampah yang diproduksi mencapai 7.000 ton per hari dan terus meningkat. Sedangkan di Bandung sekitar 480 ton sampah tidak terangkat dan terdistribusikan setiap harinya, termasuk di kota besar lainnya. Dengan adanya pemanfaatan sampah menjadi energi listrik tentu akan membantu untuk mengurangi permasalahan sampah yang terjadi sekaligus menjadi bukti kepedulian pemerintah serta PLN terhadap lingkungan. Rangga Prakoso/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu