Pro Duta: LPIS mencla-mencle

Sindonews.com – PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator Liga Prima Indonesia (LPI) mendapat kritik dari salah satu klub LPI, Pro Duta. CEO Pro Duta, Wahyu Wahab, menilai LPIS bukan operator liga yang tegas. “LPIS tidak tegas. Untuk menjalankan sebuah kompetisi butuh orang tegas dan bukan orang pintar,” ujar Wahyu saat dihubungi melalui telpon, Rabu (20/10/2013). Pernyataan itu disampaikan Wahyu menanggapi kabar yang menyebut PSSI segera mengambil alih LPI dari LPIS pasca rapat Komite Eksekutif (Komeks) PSSI, akhir pekan lalu. Dalam rapat itu, LPIS dinilai tidak bisa menjalankan kompetisi sesuai regulasi. Itu terjadi setelah LPIS dianggap tidak bisa memenuhi permintaan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang meminta adanya penyusunan ulang kembali jadwal dan klasemen LPI. Peyusunan itu diminta oleh Komdis karena banyaknya tim yang walk over dan diskualifikasi beberapa tim dari LPI. Namun, kendati mengkritik LPI, Wahyu menilai, belum saatnya PSSI mengambil alih LPI. Menurutnya, LPIS masih bisa menjalankan LPI kendati didera sejumlah kendala. “LPIS memang berantakan, jadwal dan klasemen hancur semua. Namun, selagi LPIS belum lempar handuk, biar saja mereka jalani dulu. Karena itu kan sesuai keputusan KLB PSSI kemarin. Liga jalan sendiri-sendiri dulu. Nanti bertemunya di unifikasi,” papar Wahyu. Di lain sisi, menanggapi rencana PSSI untuk mengundang klub-klub LPI demi membicarakan format kompetisi LPI putaran kedua, Wahyu mengatakan, akan tetap datang meski tidak menerima undangan dari PSSI. Dikatakan Wahyu, pihaknya saat ini belum menerima undangan tersebut. ( irc ) dibaca 1.353x

Sumber: Sindonews