Ratusan Penyerang Kantor BC Kepri Diamankan

Rimanews – Kepolisian Resor Karimun mengamankan ratusan orang diduga hendak menyerang Kantor Bea Cukai Kepulauan Riau di Meral, Kabupaten Karimun, terkait penangkapan KM Jember Hati GT 281, pengangkut 300 ton rotan yang ditangkap di perairan Tanjung Berakit, Jumat (21/11). Kepala Kepolisian Resor (Polres) Karimun AKBP Suwondo Nainggolan di Mapolres Karimun, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (22/11), mengatakan, jumlah massa yang diamankan itu sebanyak 180 orang, enam di antaranya membawa senjata tajam. “Mereka masih masih dalam pemeriksaan,” katanya. Baca Juga Loyalis Anas merapat ke Hanura, Demokrat cuek Jembatan Purbaleunyi Km 100 bergeser, lalin dialihkan Terjadi 1.139 kebakaran di Jakarta selama 2016 Menurut Suwondo Nainggolan, ke-180 orang itu dicegat dan diamankan setelah Kanwil BC Kepri menginformasikan soal kedatangan sekelompok orang yang diduga berkaitan dengan penangkapan KM Jember Hati. Massa datang dari Batam, tepatnya dari pelabuhan Tanjung Uncang menggunakan tiga “speedboat” dan tiba di Karimun sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. “Awalnya enam speedboat dengan massa sekitar 500 orang. Namun yang diamankan tiga, tiga lainnya melarikan diri,” kata dia. Kapolres membenarkan seorang pengusaha Batam, Per turut diamankan bersama massa, dan Per masih dalam pemeriksaan. “Dia ikut bergabung dengan massa. Tapi belum dapat dipastikan apakah ia pemilik kapal dan otak dari pengerahan massa itu. Kami akan selidiki lebih dulu,” katanya. Secara terpisah, Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepri R Evy Suhartantyo mengatakan, massa belum sempat melakukan penyerangan atau pengrusakan. “Saat masuk gerbang kantor, mereka langsung diamankan polisi dan TNI yang sudah siaga. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Karimun,” katanya. Evy mengatakan, massa diduga hendak merebut kembali KM Jember Hati yang mengangkut 300 ton rotan tanpa dokumen pelindung, seperti dokumen kehutanan. KM Jember Hati yang sudah ditarik ke Kanwil BC Kepri, menurut dia ditangkap karena nakhoda kapal hanya memperlihatkan dokumen Surat Pemberitahuan Berlayar dari Palembang tujuan Batam. “Dokumen pelindung muatan tidak ada. Dan saat dicegat petugas, haluan kapal menuju perairan internasional sehingga muatan rotan itu diduga hendak diselundupkan ke luar negeri. Kapal ditarik ke Karimun dibantu KRI Todak 631 yang dikerahkan Lantamal IV Tanjungpinang,” tuturnya. Berdasarkan informasi, kata dia, massa berasal dari Dapur 12, Batam namun ia belum dapat menyimpulkan bahwa mereka dikerahkan oleh Per yang diduga pemilik kapal. “Perlu penyelidikan lebih lanjut meski informasi diperoleh menyebutkan bahwa Per diduga pemilik kapal dan orang yang mengerahkan massa itu,” kata dia. Sementara itu, Vincent (12 tahun), satu dari ratusan orang yang diamankan polisi mengaku tidak tahu diajak ke Karimun. Ia mengaku diajak seseorang untuk bekerja menjaga kapal sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (21/11). “Saya lagi perlu uang sehingga saya terima ajakan itu,” ucapnya. Vincent mengatakan dirinya diminta naik speedboat dan berangkat menuju Tanjung Balai Karimun. Speedboat yang ditumpanginya, menurut dia sandar di sebuah gudang ikan yang diketahui sebuah pabrik es di Meral. “Setelah itu kami jalan kaki menuju Kantor BC Kepri dan disuruh lempar-lempar batu,” kata Vincent yang mengaku siswa salah satu SMP di Batam. Ia juga mengatakan baru mengenal Per yang diuga pemilik kapal saat berada dalam speedboat. “Saya tidak tahu diajak menyerang Bea Cukai. Saya merasa ditipu, karena katanya untuk jaga kapal,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polres Karimun , Kantor Bea dan Cukai , Penyerangan , kriminal , Nasional

Sumber: RimaNews