Sanggah Sandiaga Uno, PDIP: Tidak Ada Pintu Khusus Buat Ahok-Djarot

Situs Taruhan Bola Online Jakarta – Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya tidak akan asal-asalan dalam mengusung calon kepala daerah dari unsur petahana, termasuk di Jakarta. Jadi, seandainya PDIP jadi mengusung Basuki T Purnama alias Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat, tentunya sudah dilakukan dengan pertimbangan matang. Artinya, PDIP tidak memberikan pintu khusus bagi pasangan Ahok-Djarot. Hal itu disampaikan Hasto menanggapi lontaran bakal calob gubernur (cagub) dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, yang menuding PDIP memberi jalur khusus buat Ahok. Dikatakan, PDIP sudah membangun sistem yang sudah dijalankan dan terbukti berhasil terkait tata cara memilih calon kepala daerah yang diusung. Salah satu substansi sistemnya adalah mengusung petahana, yang didahului dengan evaluasi kritis oleh PDIP. “Petahana yang diusung oleh PDIP bisa dicalonkan lagi setelah ada evaluasi,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (19/8). Jadi, seharusnya bahasanya bukan PDIP menyiapkan jalur khusus untuk Ahok. “Tetapi, partai kami bisa mencalonkan siapa pun, termasuk wakil kepala daerah yang sedang menjabat, bisa dicalonkan kembali setelah melalui pertimbangan dan evaluasi,” kata Hasto. Pola itu yang dilaksanakan oleh PDIP ketika mengusung petahana, semacam Tri Rismaharini di Surabaya atau Hasto Wardoyo di Kulonprogo. Sistem itu tak dibangun hanya untuk satu atau dua orang saja, seperti Ahok dan Djarot di Jakarta. “Itu berlaku bagi seluruh kepala daerah yang didukung oleh PDIP,” katanya. Sebagai bukti, kata Hasto, ada juga calon petahana yang bukan kader PDIP tetapi diusung. Jadi, asalkan berdasarkan evaluasi partai dan tokoh itu memenuhi syarat, khususnya dalam konteks pelaksanaan ide Soekarno. Sebelumnya, Sandiaga menilai PDIP memberi pintu khusus untuk Basuki ketika yang bersangkutan diterima oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Ahok bahkan mengklaim sudah mendapat restu untuk berduet dengan Djarot Saiful Hidayat. “Saya junior sekali. Saya mengikuti prosedur dengan tuntutan, ternyata ada pintu khusus buat gubernur yang sangat fenomenal. Saya harus banyak belajar,” kata Sandiaga. Markus Junianto Sihaloho/AO BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu