Taiwan Ingin Tingkatkan Perdagangan dan Investasi di Indonesia

Jakarta – Pemerintah Taiwan mengeluarkan kebijakan perdagangan New Southbound Policy. Tujuan kebijakan ini adalah untuk memperluas hubungan dagang dan investasi ke negara negara ASEAN. Untuk mendukung kebijakan New Southbound Policy maka pemerintah Taiwan mengadakan Taiwan Trade Mission 2016 ke wilayah ASEAN dari tanggal 24 Oktober hingga 5 November 2016. Taiwan Trade Mission 2016 didukung oleh Biro Perdagangan Luar Negeri Taiwan serta Taiwan External Trade Development Council (TAITRA). Salah satu negara yang menjadi incaran adalah Indonesia. Vice Minister of The Ministry of Economic Affairs Taiwan Wei Fuu Yang mengatakan selama ini, hubungan dagang Indonesia dan Taiwan cukup baik. Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-12 bagi Taiwan, nilai investasi Taiwan di Indonesia sepanjang tahun 2016 sudah mencapai US$ 17 miliar. Ia mengatakan, Indonesia merupakan target pasar paling menjanjikan bagi Taiwan karena jumlah penduduknya banyak dan perekonomiannya tumbuh stabil. “Taiwan Trade Mission 2016 ini membawa misi positif untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi,” ujar dia di Jakarta, Jumat (28/10). Ia mengatakan, pihaknya membawa 31 perusahaan Taiwan ke Indonesia, perusahaan tersebut akan mencari partner bisnis yang cocok, jika sudah cocok bisa bekerjasama. Daftar perusahaan tersebut adalah Akali Technology, Apixu Industrial Corporation, Autotek, Bold Saint Enterprise, Cayin Technology, Chanmag Bakery Machine, Chih Yo Development, EQL Technology, ETL Enterprise Corporation, Far Hsing Enterprise, Golend Tsaing Hsing, Grandpal, Heng Ta Hardward, Hi Heat Furnace Industrial, Jiazhi Chemical, Kung Long Batteries, Linker Global, Long Chen Drinking Water, dan masih banyak perusahaan Taiwan lainnya. Perusahaan yang dibawa bergerak di berbagai macam sektor mulai dari teknologi, bahan bangunan, makanan, dan suku cadang mobil. Ia menjelaskan, selain membawa misi dagang ke Indonesia, Taiwan Trade Mission 2016 juga menjajaki investasi. Taiwan berencana investasi di Indonesia di sektor infrastruktur, Perikanan, Irigasi, dan Pertanian. Saat ini, pihaknya masih menjajaki pasar dan membicarakan dengan pemerintah Indonesia. Ia tidak menyebutkan nilai investasinya namun kemungkinan besar, rencana investasi bisa dimulai pertengahan tahun depan. “Ada beberapa perusahaan yang tertarik investasi di Indonesia tapi masih dalam proses penjajakan,” ujar dia. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan International Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan hubungan dagang Indonesia dan Taiwan berjalan lancar. Beberapa sektor Taiwan yang berkembang di Indonesia adalah sektor mesin dan suku cadang kendaraan. Indonesia harus meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan Taiwan terutama untuk sektor petrokimia dan pendidikan karena Taiwan sudah hebat di kedua sektor tersebut. Ia menjelaskan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan juga banyak mencapai 250.000 orang. Pengusaha meminta kepada pemerintah agar memberikan kebijakan yang positif, tujuannya untuk mempermudah investasi. “Kadin menilai Taiwan merupakan negara hebat dan paling potensial untuk hubungan dagang,” ujar dia. Ridho Syukro/PCN Investor Daily

Sumber: BeritaSatu