Waket Komisi IV DPR Harap Kasus Hukum Pabrik Semen Rembang Tak Ganggu Iklim Investasi

Situs Taruhan Bola Online Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Muladi berharap kasus hukum seperti halnya yang sekarang terjadi pada proyek pabrik semen baru yang dibangun PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, tidak mengganggu iklim investasi dalam negeri. “Jangan sampai investasi sampai Rp 5 triliun dan sekarang sudah berjalan terganggu gara-gara terjadi persoalan hukum,” kata Viva Yoga di kampus Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik, Senin (31/10). Karena itulah, lanjut dia, Komisi IV DPR akan mengkaji berbagai persoalan yang terkait dengan pembangunan pabrik semen di Rembang dan mencari tahu duduk permasalahannya. Tak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pendalaman terkait dengan perundang-undangan. “Komisi IV akan meminta Semen Indonesia untuk melaporkan proses perizinan lingkungan, persoalan yang terjadi di mana, bagaimana tahapan perizinan serta bagaimana sampai bisa terjadi masalah hukum tersebut,” terang dia. Viva Yoga mengakui sudah mendapatkan informasi dari direksi Semen Indonesia soal kekalahannya di tingkat PK (Peninjauan Kembali). Dan, dia menyatakan tak heran dengan kekalahan di PK itu karena selama ini soal sengketa lahan negara seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kehuatanan dan kementerian lainnya kerap dikalahkan oleh korporasi. Menurut dia, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kekalahan BUMN di tingkat PK tersebut. Bisa jadi BUMN yang bersangkutan tak serius untuk melakukan pemberkasan ketika maju ke proses persidangan. “Datanya kurang cukup atau sengaja mengalah dan sebagainya,” kata Viva Yoga. Oleh sebab itu, imbuh dia, Komisi IV akan mengkaji lebih lanjut berbagai persoalan yang terkait dengan masalah hukum yang kini dihadapi Semen Indonesia. “Kami akan berusaha mendudukkan persoalan ini dengan baik, mengkaji posisi perundangannya, dan sebagainya untuk mendukung pembangunan pabrik semen di Rembang,” ucap Viva Yoga. Terpisah, salah seorang pengurus Forum Silaturahim Kyai Muda (FSKM) Jawa Tengah, KH Anis Maftuhin menyatakan pihaknya memberikan dukungannya atas berdirinya pabrik semen baru yang dibangun Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. “Kami memberikan dorongan moral agar pabrik semen di Rembang bisa tetap berjalan. Sehingga umat-umat kami bisa mendapatkan peluang lapangan pekerjaan. Masalah semen, untuk kepentingan maslahat atau kebaikan bersama, maka kami dukung,” kata dia. Dia meminta konflik hukum yang saat ini sedang terjadi terkait pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang tidak dipolitisasi. Dia juga berharap situasi yang terjadi di lapangan terkait pendirian pabrik semen bisa dilihat secara obyektif. “Soal pabrik semen, FSKM Jateng tidak ingin terlibat dalam polemik yang tidak produktif. Kami sesuaikan dengan visi misi kami. Masalah semen untuk kebaikan bersama, maka kami dukung,” kata dia. Seperti diketahui, proyek pabrik semen di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu dibangun di atas lahan seluas 57 hektare dengan area tambang seluas 525 hektare. Area tambang ini cukup untuk memproduksi semen hingga 130 tahun ke depan. Namun, dalam perjalananya proyek pabrik semen di Rembang itu mendapat penolakan hingga ke proses hukum. Sampai di tingkat PK, Semen Indonesia kalah. Pabrik yang sudah selesai hingga 98 persen dan sedianya akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2016 mendatang belum juga ada kepastian kapan dioperasikan. Amrozi Amenan/FMB Investor Daily

Sumber: BeritaSatu