Wapres: Radikalisme Tidak Melulu Masalah Agama

Situs Taruhan Bola Online Jakarta – Saat membuka Seminar Internasional The Muslim World League (MWL) di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), mengatakan, masalah radikalisme ataupun kekerasan tidak harus melulu dipandang dari sudut agama. Menurut JK, sejarah dunia Islam telah membuktikan bahwa radikalisme bahkan terorisme muncul akibat sikap otoriter dari pemimpin negara yang menyebabkan kehancuran negara tersebut. Sebagaimana yang terjadi di Yaman, Libya dan Suriah. “Oleh karena itulah tidak mudah menyelesaikan masalah hanya dari sudut pandang keagaman. Jadi, untuk menyelesaikan semua tidak mungkin kita bicara agama saja. Sama dengan menyelesaikan komunis, tidak mungkin kita menyelesaikan masalah komunis kalau tidak sampai ke akar masalahnya. Kehancuran negara-negara Islam, tentu ada masalah internal dan ada masalah otoriter pemimpinnya yang juga bermasalah,” kata JK, Kamis (4/8). Selain itu, munculnya radikalisme lebih karena adanya politik kekuasaan. Terlebih lagi, pada negara yang kaya akan sumber daya alam, seperti banyak negara di Timur Tengah. Di tambah lagi, adanya amarah akibat ketidakadilan. Seperti, tragedi penyerangan yang terjadi di Nice, Prancis ataupun di Dallas, Amerika Serikat (AS). JK mengingatkan, pentingnya peranan masjid ataupun dewan masjid dalam upaya meredam paham radikal di Tanah Air. Dengan memberikan dasar ibadah yang baik kepada ummat, kata JK, mengedepankan perdamaian dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat. “Apabila berbicara masjid memberikan harapan? Bagaimana masjid memberikan landasan berfikir kemakmuran bukan hanya ibadah. Apabila kita bicara berbicara masjid terbaik, di Indonesia punya masjid terbanyak hampir lebih 800.000 masjid di Indonesia. Artinya setiap 250 orang Islam ada satu masjid dan satu mushola. Oleh karena itulah, kadang-kadang suara adzan saling bertentangan akibat begitu banyaknya masjid. Kita bersyukur itu begitu hebatnya, tentu harus menjaga,” ujar JK. Novi Setuningsih/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu