Transfer Essien ke Persib Bandung: Untung atau Buntung?

com, Jakarta: Persib Bandung tengah berbunga-bunga usai mendapatkan servis salah satu pemain kelas dunia, Michael Essien. Kehadiran Essien diharapkan bisa membantu Persib meraih prestasi di kompetisi Liga 1 musim 2017.Essien telah resmi jadi penggawa baru Persib Bandung usai menyelesaikan proses penandatangan kontrak di markas Persib. Mantan gelandang Chelsea, Real Madrid dan AC Milan itu dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan yang bergantung pada performanya di lapangan.

Persib memang tidak membeberkan secara detail berapa dana yang mereka keluarkan untuk mendapatkan jasa gelandang 34 tahun tersebut. Akan tetapi, ada isu yang menyebut bahwa manajer Umuh Muchtar merogoh kocek sebesar 8,5–10 juta miliar rupiah untuk mengamankan servis Essien.Jumlah itu dirasa pantas jika melihat rekam jejak Essien yang sudah malang melintang di berbagai liga top Eropa. Ia bahkan sempat membantu Chelsea meraih dua titel Liga Primer Inggris dan trofi Liga Champions pada musim 2011–2012.

Baca:10 Fakta Menarik Michael Essien, Gelandang Baru Persib

Tapi yang jadi pertanyaan saat ini adalah, apakah Essien masih mampu memberikan kontribusi yang sama kepada Persib?Riwayat Cedera Essien
Seiring bertambahnya usia, grafik performa Essien pun mengalami penurunan. Bahkan, dalam lima tahun terakhir ia tidak pernah bisa lepas dari problematika cedera.Awal “perkenalan” Essien dengan cedera adalah ketika ia tampil memperkuat Timnas Ghana pada September 2008. Dia kembali ke Chelsea dengan oleh-oleh cedera otot ligamen lutut yang memaksanya absen selama enam bulan.Karier pemain berjuluk Bison ini pun diprediksi akan meredup. Tapi, Essien ternyata mampu bangkit dan mempertahankan performanya. Meski menit bermainnya mulai terbatas, ia masih mampu membantu Chelsea meraih trofi trofi Piala FA (2008–2009), Liga Primer Inggris (2009–2010) dan Community Shield (2009).Cedera lutut kembali jadi mimpi buruk bagi Essien saat bersiap menyambut musim 2011–2012. Lagi, ia harus menepi selama enam bulan dan hanya mampu tampil dalam 19 laga. Ia bahkan hanya jadi cadangan tidak terpakai saat Chelsea merebut gelar Liga Champions di musim itu usai mengalahkan Bayern Muenchen via adu penalti.Nah, cedera kambuhan inilah yang kemudian menggerus karier Essien. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi tampil dalam performa terbaiknya. Kubu Chelsea pun pada akhirnya tidak sabar menunggu.Setelah dipinjamkan selama satu musim ke Real Madrid, Essien dilepas ke AC Milan pada pertengahan musim 2013–2014. Satu setengah musim merumput di San Siro, Essien tak kunjung menemukan bentuk permainan terbaiknya.Manajemen I Rossoneri bahkan dibuat kecewa lantaran Essien yang diboyong dengan mahar 7,5 juta Euro (Rp106 miliar), justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan ketimbang untuk menyembuhkan cedera lutut kambuhannya. Ia hanya tampil 22 laga dan gagal menyumbangkan gol.Tidak ingin kerugian makin besar, Milan akhirnya tidak memperpanjang kontrak Essien yang kemudian bergabung dengan Panathinaikos dengan status free agent alias gratis.Ia diikat kontrak dua tahun dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub Yunani tersebut. Essien menerima bayaran 800 ribu Euro atau setara Rp11 miliar pertahun.Berharap bisa mengambil keuntungan dari pengalaman yang dimiliki Essien, Panathinaikos justru dibuat kecewa. Essien menghabiskan tiga bulan pertamanya di ruang perawatan menyusul cedera pangkal paha.Kecewa karena Essien hanya tampil 15 laga dan mendulang satu gol di musim perdananya, Panathinaikos kemudian memutus kontraknya di tengah jalan. Keputusan ini pun sempat menimbulkan masalah.

Baca juga:Michael Essien Teken Kontrak Setahun di Persib

Essien yang tidak terima dengan keputusan itu lantas mengadu ke Federasi Sepak Bola Yunani. Ia menuntut agar Panathinaikos membayar 651,000 Euro (Rp9,2 miliar) sebagai uang pesangon atas kontraknya yang masih tersisa satu tahun.Kubu Panathinaikos pun bereaksi. Mereka merasa diperas karena Essien juga tidak memberikan kontribusi seperti yang diharapkan.”Dia (Essien) datang ke sini, lalu pergi dan sekarang ia memeras kami. Dari 45 laga yang dijadwalkan, ia hanya bermain dalam 17 pertandingan,” ujar pengacara Panathinaikos, John Carmona.Beruntung, permasalahan ini tidak berbuntut panjang. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk mengakhiri kontrak.Riwayat cedera Essien tampaknya harus jadi perhatian serius kubu Persib terutama pelatih Djadjang Nurdjaman dan tim medis klub. Jangan sampai niat Persib mendapatkan untung dari pengalaman bermain Essien, justru jadi buntung lantaran sang pemain sibuk menghabiskan waktu di ruang perawatan karena cedera kambuhan.Video:?Michael Essien Resmi Perkuat Persib Bandung (ACF)

linux-stats.org judi poker online Sumber: MetroTVNews